Jember (beritajatim.com) – Aula di lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikuasai BTS Army, Sabtu (15/10/2022) petang. Mereka menjerit, bernyanyi, dan bergoyang mengikuti lagu-lagu boys band asal Korea Selatan yang sedang di puncak kemasyahuran.
Sedikitnya dua ratus orang penggemar BTS berkumpul di aula pendapa. Mereka menyaksikan live streaming konser Yet To Come In Busan yang ditayangkan pada layar lebar. Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini duduk di kursi deretan depan menyaksikan langsung konser yang berlangsung di Korea Selatan tersebut.
Jeritan histeris dan teriakan tak putus-putus terdengar dari penonton yang mayoritas terdiri atas remaja putri. Bahasa bukan kendala. Mereka asyik saja melantunkan lagu-lagu berbahasa campuran Korea dan Inggris macam Fake Love, Euphoria, atau Dynamite yang merupakan single pertama berbahasa Inggris milik BTS.
Fitria, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, datang ke pendapa bersama teman-temannya. Ia senang bisa berada di pendapa untuk pertama kalinya. “Nobar gratis konser BTS di pendapa ini membantu Army yang lagi krisis ekonomi, karena ada juga nobar Yet To Come In Busan yang berbayar. Mereka rata-rata anak kos,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bts”]
Mutiara Zahro, penggemar BTS lainnya, merasakan euforia yang sama dengan di Korea. “Korea kan jauh, tak bisa berangkat ke sana. Jadi bisa bareng-bareng di sini. Ekspresi Army Jember senang semua tuh, walau melihat artisnya di layar lebar,” katanya.
Mutiara menjadi fans BTS sejak 2019. “Lirik lagu mereka kena banget buat orang-orang, mulai dari remaja sampai sudah dewasa, lagu-lagunya relate semua,” katanya.
Bupati Hendy kagum dengan militansi BTS Army. “Mereka datang dari berbagai tempat ternyata. Ada yang dari Kecamatan Balung (yang berjarak puluhan kilometer dari pusat kota Jember), ada yang dari Kabupaten Banyuwangi,” katanya.
Ide menggelar nobar ini tak lepas dari keinginan Hendy memfasiitasi kegiatan-kegiatan anak muda di Jember. “Kepala daerah harus peka. Penggemar BTS tidak sedikit. Ada ribuan orang di Jember. Di Indonesia, penggemar BTS sampai 68 juta orang. Mereka anak-anak kita juga yang masih belia. Itu kegiatan positif dan punya semangat silaturahmi,” katanya.
“Oleh sebab itu, saya punya pemikiran, wah ini harus diundang nobar. Mumpung gratis, boleh ditonton bebas melalui live streaming. Kenapa tidak kami buka saja pendapa, wong lagi kosong tidak ada acara, dan ada layar lebarnya. Anak-anak kita ini harus diarahkan pada hal yang positif,” kata Hendy.
Hendy menyebut BTS menaburkan aura positif. BTS adalah akronim dari Bangtan Sonyeondan atau Bangtan Boys yang artinya rompi anti peluru. Fans mereka Army memiliki kepanjangan Adorable Representative M.C For Youth.
“BTS ini dikemas untuk kebersamaan anak-anak muda, saling melindungi satu sama lain. Itu luar biasa semangatnya. Harapan saya, anak-anak muda di Jember saling melindungi dan kompak,” katanya.
“Ini (BTS) anak muda keren banget, bisa mengangkat nama negara. Secara ekonomi, Korea terangkat. Pertumbuhan ekonominya luar biasa. Ini perlu kita cermati. Saya berharap dengan acara nobar ini terjalin keakraban di antara anak-anak muda, dan mereka ada semangat baru. Pemkab Jember hadir untuk memfasilitasi anak-anak muda. Silakan mempunyai kreativitas, terutama di bidang budaya dan wisata. Harapan saya keluar ide-ide kreatif dari anak-anak muda kita,” kata Hendy. [wir/ted]






