Surabaya (beritajatim.com) – Geopark Ijen telah dinyatakan lolos dengan nilai terbaik di antara geopark lainnya di dunia. Pengumuman dan pengesahan resmi Geopark Ijen sebagai Unesco Global Geopark (UGGp) dilaksanakan pada agenda 216th Session of the Executive Board yang berlangsung di Markas UNESCO di Paris, Prancis, Rabu, 24 Mei 2023 lalu.
Adapun penyerahan sertifikat resmi kepada UGGp nantinya akan dilaksanakan pada September 2023 di Maroko. Bagaimana latar belakangnya hingga Geopark Ijen ditetapkan sebagai UGGp?
Kepala Bappeda Provinsi Jatim sekaligus Ketua Umum Pengelola Geopark Ijen periode 2023-2024, Muhammad Yasin kepada wartawan menjelaskan, kronologis dan historis hingga Geopark Ijen yang terletak di dua wilayah kabupaten, Banyuwangi dan Bondowoso ditetapkan sebagai UGGp.
BACA JUGA:
Ijen Geopark Jadi Anggota UNESCO, Wisata Banyuwangi Siap Go Internasional
“Geopark Nasional Ijen memiliki international outstanding value berupa keberadaan Blue Fire dan Danau Terasam di dunia. Didukung potensi keindahan sisa letusan Geologi, serta keberadaan flora fauna endemik, dan budaya lokal dapat menyerap banyak wisatawan,” kata Yasin
Unesco Global Geopark merupakan salah satu program penting yang dilaksanakan oleh UNESCO dengan tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan sumber daya geologi bumi. “Program ini sangat penting terutama untuk mengedukasi masyarakat tentang kekayaan geologi di sekitar mereka dan betapa pentingnya sumber daya terebut dalam kehidupan manusia,” tuturnya.
Yasin menjelaskan, Unesco Global Geopark dimulai pada tahun 2004, ketika Unesco secara resmi meluncurkan konsep Global Geopark di Konferensi Jaringan Global Geopark di Yunyang, China. Pada tahun yang sama, Unesco menetapkan empat Global Geopark pertama di Eropa. Sejak saat itu, jumlah dan cakupan Unesco Global Geopark terus tumbuh di seluruh dunia.
Unesco Global Geopark memiliki kriteria yang ketat yang harus dipenuhi dalam mengelola sumber daya geologi dan nilai budaya. Mereka juga bekerja sama dengan stakeholder setempat, komunitas, dan pemerintahan untuk merancang proyek-proyek yang bertujuan untuk mengembangkan potensi geologi, memberikan manfaat ekonomi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sumber daya geologi.

“Selain itu, Unesco Global Geopark juga memiliki program edukasi dan sosialisasi yang sangat baik, termasuk pelatihan-pelatihan dan penelitian yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan masyarakat tentang nilai geologi yang tersimpan di sekitar mereka. Dari sudut pandang lingkungan, Unesco Global Geopark juga menjadi model dalam menjaga kelestarian lingkungan konservasi sumber daya alam, dan mempromosikan praktik-praktik yang berkelanjutan,” paparnya.
Secara keseluruhan, program Unesco Global Geopark adalah suatu perwujudan yang sangat positif dari usaha bersama antara lembaga internasional, stakeholder setempat, dan masyarakat dalam menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan sumber daya geologi dan budaya dari seluruh penjuru dunia.
Kondisi eksisting geopark di Jawa Timur saat ini terdapat dua geopark berstatus UGG/UNESCO Global Geopark (Gunungsewu Pacitan dan Ijen),
Geopark berstatus Nasional (Geopark Bojonegoro), dan beberapa berstatus aspiring untuk diajukan tingkat nasional, yakni Bromo Tengger Semeru (BTS) meliputi Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Lumajang.
BACA JUGA:
Badan Pengelola Geopark Seluruh Indonesia Gelar Munas di Banyuwangi
Kemudian, Bumi Manusia Wajak (Wajakensis) di Tulungagung dan Trenggalek, Karst di Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Geopark Magetan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, dan lainnya.
Kronologis dan historis penetapan Ijen Geopark Proses pengajuan Ijen Geopark sebagai Unesco Global Geopark (UGGp) adalah dimulai dari pengajuan Letter of Intent (LoI) oleh Gubernur Jatim ke Sekretariat UGG melalui Keputusan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) pada 30 Juli 2020.
Penyusunan dossier atau dokumen administrasi Ijen Geopark pada bulan Agustus sampai November 2020. Penyepakatan logo Ijen Geopark serta pembahasan Geosite, Biosite, Culturesite yang akan diusulkan pada bulan Agustus 2020 Pembentukan Badan Pengelola Ijen Geopark dengan SK Gub No 188/435/KPTS/013/2020 pada 25 September 2020.
Yasin menjelaskan, pengajuan Warisan Geologi oleh Gubernur Jawa Timur ke Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 27 Oktober 2020. Penetapan Ijen Geopark menjadi Geopark Nasional oleh KNGI pada 13 November 2020. Pengajuan dossier ke UNESCO pada 27 November 2020.
Selanjutnya, sosialisasi Geopark Ijen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso pada Desember 2020.
Kemudian, Virtual Assesment Ijen Geopark oleh Guy Martini (President of Global Geopark Network) pada November 2021. Pra Assesment Nasional pada Juni 2022 Assesment Ijen Geopark oleh UNESCO pada 9-13 Juni 2022 Ijen Geopark dinyatakan lulus sidang Council UNESCO yang digelar di Provinsi Satun, Thailand pada 5 September 2022.
Dia mengatakan, UNESCO telah mengundang secara resmi perwakilan Geopark di dunia termasuk Geopark Ijen dan Geopark lainnya di Jawa Timur. Sesuai hasil evaluators estimate pada saat sesi bedah dokumen dossier saat proses assessment (evaluasi).
“Geopark Ijen memperoleh skor 873 (lebih tinggi daripada saat melakukan self assesment pada waktu pengajuan dossier yaitu 742). Hingga saat ini capaian skor tersebut masih merupakan capaian tertinggi di antara aspiring UNESCO Global Geopark di Indonesia yaitu Geopark Belitung (850) dan Geopark Maros Pangkep (869). Undangan telah disampaikan kepada Ibu Gubernur dan didisposisi ke Disbudpar Jatim. Telaah atas urgensi undangan tersebut telah disampaikan kepada Ibu Gubernur atas undangan dimaksud dan saat ini sedang menunggu arahan lebih lanjut dari Ibu Gubernur,” tuturnya.
BACA JUGA:
Keliling Taman Alam Ijen, Ungkapan Asessor Unesco Global Geopark Bikin Bangga
Saat ini, kelembagaan pengelola Ijen Geopark ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/144/KPTS/013/2023 tentang Pengelola Geopark Ijen Periode Tahun 2023-2024 dengan Gubernur dan Wagub sebagai Pembina, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim sebagai Pengarah, Ketua Umum adalah Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur dan Sekretaris adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Secara teknis melalui SK Ketua Umum (Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur), dibentuk Tim Teknis Geopark Ijen yang beranggotakan Banyuwangi dan Bondowoso. Senyampang dengan pesatnya perkembangan Ijen Geopark, maka dibentuk pula Geopark Youth Forum sebagai mitra dari Badan Pengelola Geopark Ijen. Geopark Youth Forum adalah forum pemuda dan pemudi yang berusia 18-25 th yang memiliki peran sebagai agen perubahan, kolaborator, dan inovator baik secara lokal serta global untuk ikut serta mengembangkan edukasi, konservasi, dan pengembangan masyarakat dalam konteks keberagaman geologi, biologi, dan budaya untuk menciptakan Geopark yang berkelanjutan.
Tujuan dari Geopark Youth Forum adalah agar semakin banyaknya kaum muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan perkembangan perekonomian kreatif di daerah asalnya.
“Urgensi kehadiran Ibu Gubernur pada Konferensi Internasional ke-10 Geopark UNESCO di M’Goun UGGp merupakan sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali secara periodik oleh UNESCO dan pada tahun 2023 akan diselengarakan pada 5-12 September 2023 di Maroko, Afrika,” ujarnya.
“Pada konferensi tersebut, Gubernur Jawa Timur sangat diharapkan hadir dan menerima pengukuhan Ijen Geopark sebagai salah satu bagian dari Geopark Global UNESCO pada acara tersebut. Beberapa pertimbangan yang mendasari hal tersebut antara lain, bahwa Provinsi memiliki peran yang cukup strategis selama proses pengajuan hingga pengesahan Ijen Geopark sebagai UGGp,” imbuhnya.
Dari hasil assesment UNESCO, Ijen Geopark merupakan Geopark dengan nilai evaluasi tertinggi di antara aspiring (calon) UGGp lain di Indonesia yaitu sebesar 873. [tok/suf]








