[berita-terkait number=”” tag=””]Surabaya (beritajatim.com) – Jatim Halalfest menjadi salah satu contoh kebutuhan untuk memenuhi sertifikasi bagi produk UMKM dan industri. Teten Masduki, Mentri Koperasi dan UKM Republik Indonesia mengatakan, sertifikasi halal di Indonesia membutuhkan waktu hingga 600 tahun. Fenomena ini menjadi cacatan tersendiri.
“Ini menjadi pekerjaan besar, karena proses sertifikat halal memerlukan waktu yang lama,” tegas Teten Masduki dihadapan peserta dan undangan Halal Fest, Jumat (17/3/2023).
Lebih lanjut, Teten menyampaikan, sertifikat halal sangat penting. Karena bisa menjadi syarat menembus kebutuhan pasar dunia, khususnya negara negara Islam. Di seluruh dunia sedang mencari keunggulan domestiknya.
“Dan di industri halal ini juga mencari keunggulan yang dipunyai. Seperti kebutuhan rempah dan pertanian, hasil laut,” ucap Teten.
Presiden Joko Widodo berharap proses sertifikat halal tidak memerlukan waktu panjang. “Presiden meminta dua hari,” kata dia.
Namun pada pratiknya, proses kepengurusan sertifikat halal memerlukan waktu hingga 32 hari. “Ini menjadi kendala,” urai Teten Masduki.

Dengan adanya event Halal Festival mendapat apresiasi Kementerian Koperasi dan UKM RI. Teten Masduki menyampaikan terima kasih kepada Kadin Jatim terselengaranya Jatim Halal Festival di Jatim Expo.
Seperti salah satunya UMKM Overdozze, snack popcorn khas Surabaya ini sudah mulai melakukan penjualan ekspor hingga ke Asia Tenggara dan Timur. Dengan label produk halal snack dengan 13 varian rasa ini bukan hanya bisa dinikmati di Indonesia bahkan kini mulai mancanegara.
Neilda Febrita, Marketing Manager Overdozze mengatakan jika produk snack jagung ini mulai dijual 2019 lalu.
Berbeda dengan snack popcorn yang saat ini terkenal dari luar negeri hingga saat ini masuk Indonesia masih belum memiliki sertifikat halal, namun untuk produk jagung dengan macam-macam rasa unik ini meski diekpor keluar semua bisa menikmati tanpa harus ragu akan sertifikat halal.
“Produk baru ini memang baru dikeluarkan di Surabaya 2019 lalu namun meski kita sudah jual ekpor ke luar negeri para konsumen tidak perlu resah akan sertifikat halal snack kita sudah berlabel halal,”ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kadin-jatim”]
Sementara itu, ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyampaikan, digelarnya Jatim Halal Fest sebagai wujud perhatian Kadin Jatim terhadap pelaku UMKM. Adik menyebutkan, salah satunya mengenai sertifikat halal.
“Kami semua stakeholder di Jatim sangat konsen meningkatkan kebutuhan sertifikat bagi industri halal,” kata Adik.
Adik juga menegaskan, proses BPOM juga menjadi keluhan dan kendala bagi industri di Jawa Timur. Sebab proses BPOM juga sangat panjang, sehingga terkesan tidak mendukung pelaku industri.
Hadir dalam Jatim Halal Fest, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kadis Koperasi dam UMKM Pemprov Jatim, pelaku UMKM Jawa Timur, dan Masyarakat Ekonomi Syariah, Bupati Buru, Maluku.
Serangkaian acara digelar di Jatim Expo selama tiga hari. Mulai tanggal 17 Maret hingga 19 Maret 2023. [way/but]






