Surabaya (beritajatim.com) – Banyak hal yang menjadi penyebab Anda sering merasa pusing dan tidak kunjung hilang. Salah satunya karena adanya indikasi penyakit atau gangguan pada kesehatan. Pusing merupakan suatu rasa yang menggambarkan kondisi yang dialami oleh tubuh, seperti kehilangan keseimbangan, limbung, atau seperti mau pingsan.
Pusing umum terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Pusing yang sering muncul sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Ketika pusing yang dirasakan tidak kunjung reda, ada baiknya Anda waspada. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan pengidapnya sering pusing yaitu:
1. Hipotensi
Penyakit yang ditandai dengan sering pusing terakhir adalah hipotensi. Hipotensi biasa dikenal juga tekanan darah rendah.
Tekanan darah rendah dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah. Terhambatnya aliran darah menuju otak dan organ tubuh lainnya dapat menyebabkan Anda merasa pusing.
Tidak hanya pusing, Anda juga akan pucat, pandangan menjadi buram, jantung berdebar kencang, mual dan paling parah pingsan.
2. Anemia
Penyakit yang ditandai dengan sering pusing kedua adalah anemia. Ketika Anda memiliki penyakit anemia, gejala yang biasanya muncul adalah pusing.
Anemia adalah kondisi saat jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Jangan anggap sepele karena bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Ketika anemia kambuh, maka tubuh tidak mencukupi kebutuhan darah serta oksigen dalam tubuh dan ini menyebabkan Anda merasakan pusing.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penyakit”]
3. Dehidrasi
Penyakit yang ditandai dengan sering pusing ketiga adalah dehidrasi. Dehidrasi juga dapat membuat Anda mengalami pusing. Sebaiknya penuhi kebutuhan asupan air dalam tubuh agar Anda terhindar dari rasa pusing maupun vertigo.
4. Vertigo
Penyakit yang ditandai dengan sering pusing keempat adalah vertigo. Vertigo adalah kondisi kelainan dalam proses pengiriman sinyal saraf dari mata menuju ke otak. Akibatnya ada gangguan keseimbangan pada seseorang yang mengalaminya. Rasa pusing yang Anda rasakan ketika vertigo sedikit berbeda dengan rasa pusing yang Anda rasakan ketika mengalami hipotensi.
Pusing akibat vertigo terasa lebih berputar. Beberapa penyebab yang membuat Anda mengalami vertigo, salah satunya adalah terjadinya cedera bagian kepala. Sebaiknya segera istirahat jika Anda mengalami pusing yang berputar atau vertigo.
5. Hipoglikemia
Penyakit yang ditandai dengan sering pusing kelima adalah hipoglikemia. Ini adalah gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah di bawah normal. Tidak hanya pusing, ketika mengalami hipoglikemia Anda akan merasakan kelelahan, gemetar, merasa lapar, jantung berdebar, dan mudah marah.
Anda bisa lakukan pencegahan terhadap kondisi hipoglikemia dengan mengonsumsi makanan sehat, makan sesuai dengan aktivitas yang akan Anda lakukan. Dan jangan lupa selalu pantau kadar gula darah secara berkala dan selalu siapkan cemilan untuk menunda rasa lapar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sakit”]
Selain beberapa jenis penyakit tersebut. Ada juga 3 Faktor yang membuat kita sering pusing.
1. Stres
Stres yang belum benar-benar teratasi dapat menyebabkan sakit kepala. Jenis sakit kepala yang umum terjadi ketika stres adalah sakit kepala tegang. Ini terjadi ketika otot-otot leher dan kulit kepala tegang. Sakit kepala tegang bisa menjadi respons fisik tubuh terhadap stres dan kecemasan. Jika menderita sakit kepala terus-menerus, cobalah berhenti sejenak dan pikirkan apa yang terjadi dalam hidup.
2. Gangguan jam internal tubuh
Pernahkah Anda bangun terlalu pagi lalu merasakan sakit kepala. Gangguan jam internal tubuh, seperti bangun terlalu pagi atau terlalu siang dari jadwal biasanya, juga bisa menjadi penyebab sakit kepala karena mengganggu ritme sirkadian. Hal itu juga bisa terjadi jika sedang bepergian.
Untuk mengatasinya, meskipun menjaga jadwal tidur sama setiap harinya adalah hal yang sulit, penting untuk berupaya tidur dan bangun di waktu yang sama secara rutin. Setidaknya, dengan melakukan ini kita akan mengurangi frekuensi sakit kepala.
3. Minum terlalu banyak kafein
Kafein dapat menyebabkan vasokonstriksi di pembuluh darah. Artinya, membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit. Jika kita minum kopi atau minuman berkafein lainnya setiap hari, tubuh akan terbiasa dengan rutinitas tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kasus”]
Ketika pada satu hari kita menghentikannya, pembuluh darah tidak menyempit dan bisa menyebabkan kepala sering pusing. Ini sesungguhnya bisa jadi lingkaran setan. Sebab, setiap mengalami sakit kepala kita meneguk kembali kafein untuk menemukan kelegaan dan semakin memperdalam kebutuhan kita terhadap kafein.
Jumlah konsumsi aman kafein untuk orang dewasa adalah hingga 400 mm per hari atau sekitar empat cangkir kopi. Namun, toleransi kafein setiap orang berbeda.
Untuk mengatasinya, kita mungkin tak bisa menghindari kafein. Sebagai gantinya, cobalah menjaga konsumsinya dalam jumlah moderat, misalnya maksimal dua cangkir per hari, untuk menjaga sakit kepala penarikan ketika tidak meminumnya. (dae/ian)






