Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang sering menunda pergi ke toilet karena sedang asyik menonton, terjebak macet, atau sibuk bekerja. Meski terlihat sepele dan sering dilakukan, kebiasaan menahan buang air kecil ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus.
Kandung kemih berfungsi seperti wadah penampung urine dari ginjal. Saat isinya mulai terisi setengah, saraf di dinding kandung kemih akan mengirim sinyal ke otak sebagai tanda bahwa anda perlu ke toilet.
Menurut penjelasan dari TheWeek, kandung kemih normal umumnya dapat menampung sekitar 300-500 ml urine. Menahan buang air kecil sesekali mungkin tidak langsung berbahaya. Namun, jika menjadi kebiasaan, hal itu dapat mengganggu dan memengaruhi fungsi normal kandung kemih.
Salah satu risiko yang paling umum adalah infeksi saluran kemih (ISK). Jika urine terlalu lama tertahan di kandung kemih, bakteri dapat berkembang lebih cepat. Akibatnya, muncul gejala seperti nyeri, rasa panas, atau perih saat buang air kecil.
Kebiasaan ini juga dapat memicu terbentuknya batu kandung kemih. Mineral dalam urine yang terlalu lama mengendap bisa mengkristal dan membentuk batu. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri di perut bagian bawah, bahkan bisa memicu pendarahan.
Dampak lain yang jarang disadari adalah gangguan pada otot dasar panggul. Menahan buang air kecil terlalu sering dapat membuat otot menjadi terlalu tegang atau justru melemah. Akibatnya, bisa terjadi kebocoran urine atau sulit menahan keinginan buang air kecil.
Untuk mencegah hal-hal tersebut, pastikan segera ke toilet saat ingin buang air kecil. Normalnya, orang dewasa buang air kecil setiap 3-4 jam sekali. Jangan menunggu sampai terasa sangat penuh atau sakit. Selain itu, pastikan tubuh anda tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih. Karena air dapat membantu ginjal dan kandung kemih membersihkan bakteri dari saluran kemih. [Wakhdah Alisa Berliana]






