Madiun (beritajatim.com) – Genap 100 tahun Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melalang buana.
Peringatan itu dirayakan di Gedung Graha Krida Budaya, Kota Madiun. Tak hanya dihadiri sejunlah tokoh-tokoh PSHT, ada pula tokoh nasional yang datang pada Jumat (2/9/2022)
1. Dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
Jenderal TNI Andika Perkasa datang langsung ke Gedung Graha Krida Budaya, Kota Madiun untuk hadir langsung dalam peringatan 1 Abad PSHT. Andika datang dan disambut langsung oleh Walikota Madiun Maidi. Pengawalan ketat mengiringi Andika saat masuk ke gedung yang dijadikan lokasi peringatan.
Tak hanya Andika, ada pula Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Anggota DPR RI Eddie Baskoro Yudhoyono, serta Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam acara tersebut.
2. Diamankan 700 Orang Personel Gabungan
Acara 1 Abad PSHT diamankan 700 orang personel gabungan TNI Polri dan unsur terkait. Apel gelar pasukan dilaksanakan di Alun-Alun Kota Madiun pada 31 Agustus 2022. Baik dari aparat di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, termasuk beberapa daerah di sekitar Madiun seperti Magetan, Ngawi, Nganjuk, dan Ponorogo.
Dalam apel di Alun-Alun Madiun, Walikota Madiun Maidi menyampaikan jika kondusifitas di wilayahnya sudah bagus. Namun, tetap harus dijaga. Dia meminta para tanundsri luar dsefah turutt menjaga kondusifitas. Serta didukung dengan apsrat yang bersiaga.

Pun, dalam acara peringatan di Gedung Graha Krida Budaya, Maidi menyampaikan agar peribgatan 1 Abad PSHT jadi momen untuk memupuk kebersamaan. Tidak hanya bagi anggota PSHT saja, tapi juga seluruh masyarakat. Khususnya di Kota Madiun.
‘’Semua satu tujuan, untuk menjaga keamanan dan ketentraman di Kota Madiun yang muaranya adalah kemajuan pembangunan,’’ ujar Maidi, Jumat (2/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”psht-madiun”]
3. Acara Peringatan 1 Abad PSHT Disusun Sejak Parapatan Luhur 2021 Silam
Ketua Umum PSHT R. Moerdjoko HW mengungkapkan bahwa peringatan 1 Abad telah disusun sejak satu tahun lalu. Tepatnya, pada Parapatan Luhur 2021.
‘’Harapannya, ke depan PSHT tetap dapat mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Memupuk persaudaraan tanpa membeda-bedakan. Serta, saling menyayangi, menghormati, dan bertanggung jawab,’’ kata Moerdjoko. (fiq/ted)






