Surabaya (beritajatim.com) – Aksi saling serang dua kelompok silat yang melibatkan Persaudaraan Setia Hati (PSHT) dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) terjadi di Jalan Wonorejo, Manukan Rejo, Tandes, di Lapangan belakang Balai RW XV. Jumat, (17/12/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut bermula dari kerusuhan di wilayah Klakahrejo.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Intelkam Polsek Benowo, Ipda Suharyono membantah hal tersebut. Ia menjelaskan awal bentrokan dipicu lantaran dua kubu pendekar itu kopi darat (kopdar) di lapangan futsal di Jalan Wonorejo, Manukan Rejo, Tandes.
“Ga ada mas, disini ini hanya imbas. Mereka PSHT lari kesini, ada yang di Polsek Lakarsantri,” ujarnya saat ditemui beritajatim di Kantor Polsek Benowo.
Disinggung kronologis kejadian ia mengaku masih menggali dan melakukan penyelidikan, ia hanya menjelaskan, bahwa kelompok IKS yang mendatangi tempat PSHT saat latihan di Jl Klakahrejo.
“Ada anak PSHT di Klakahrejo latihan, mereka (IKS) buat rusuh disana. Disini ini imbasnya, mereka lari kesini. Bahkan sempat ada yang dikejar sama anak PSHT, dia lari. Dampaknya ada warga Nganjuk dua orang dipukul di dekat RS BDH pakai benda tumpul,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”perguruan-silat”]
Ipda Hary menambahkan, untuk meredam kerusuhan, pihak Polsek Benowo dibantu Raimas Polrestabes Surabaya melakukan patroli dan membubarkan setiap kerumunan pemuda yang ditemuinya di pinggir jalan.
“Karena dampak rentetan itu tadi, kelompok PSHT minta datangkan kelompok IKS kesini. Permasalahannya bukan disini Mas, tapi di wilayah Polsek Tandes,” pungkasnya. (ang/ted)






