Blitar (beritajatim.com) – Penantian panjang masyarakat dan pemangku kepentingan di Kabupaten Blitar akhirnya terjawab. Kepemimpinan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Beky Herdihansah akan menggelar rotasi dan mutasi jabatan perdana pada Jumat (29/8/2025). Kebijakan ini menjadi langkah besar untuk menggerakkan kembali roda pemerintahan yang sempat stagnan sejak akhir 2023.
Sinyal rotasi ini sudah disampaikan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar sejak awal pekan. Kepala BKPSDM, Budi Hartawan, membenarkan bahwa acara penting ini akan berlangsung pukul 07.00 WIB di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN).
“Iya, Mas. Hari ini ada kegiatan rotasi atau mutasi eselon II, III, dan IV Pemkab Blitar,” ujar Budi, menjelaskan bahwa proses perizinan yang panjang ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya rampung.
Mengisi Kursi Strategis dan Kosong
Keputusan ini sangat dinantikan karena ada delapan jabatan strategis yang kosong, termasuk kursi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, dan Inspektorat. Kekosongan ini menjadi sorotan utama, terutama di Dinas PUPR yang bertanggung jawab atas pembangunan fisik, seperti jalan, jembatan, dan irigasi.
Sejak ditinggalkan Dicky Cubandono pada Februari lalu, posisi Kepala Dinas PUPR belum terisi, yang dikhawatirkan menghambat proyek-proyek vital. Demikian pula dengan posisi Inspektur yang penting untuk mengawasi kinerja ASN dan keuangan desa.
Untuk memastikan penempatan yang tepat, 28 pejabat eselon II telah mengikuti uji kompetensi pada pertengahan Juni. Bupati dan wakil bupati akan menempatkan sosok yang dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan dan prestasi yang baik.
Acara mutasi yang dijadwalkan pagi hari ini juga berbeda dari era pemerintahan sebelumnya yang sering diadakan di malam hari. Kepala DPMPTSP Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, mengaku sudah menerima undangan dan siap ditempatkan di mana pun. “Di mana pun ditempatkan, mudah-mudahan saya bisa amanah,” katanya.
Rotasi besar-besaran ini diharapkan bisa menyuntikkan semangat baru dan mempercepat realisasi program pembangunan di Kabupaten Blitar yang selama ini tertunda. [owi/aje]







1 Komentar
Judul kok koyoke provokasi, ben akeh sing moco opo piye