Blitar (beritajatim.com) – Kurang dari sepekan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahap 1 ditutup. Namun 401 calon haji hingga kini berstatus belum lunas. Kendala utamanya yakni sistem aplikasi yang penuh.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Kemenag Kabupaten Blitar Hamim Thohari mengatakan, hingga saat ini CJH yang sudah melakukan pelunasan haji sebanyak 764. Sementara itu, 401 CJH ditanyakan belum lunas.
“Untuk yang belum lunas itu disebabkan karena belum masuk aplikasi dan di sistem masih dalam tahap tunggu. Proses masuknya ke aplikasi butuh proses panjang. Maka dari itu, kami yakin jumlah CJH yang melakukan pelunasan terus bertambah,” ujar Hamim, Senin (12/02/24).
Kendala utamanya adalah aplikasi istitha’ah. Menurut Kemenag Kabupaten Blitar menyatakan banyak calon haji yang belum dinyatakan istitha’ah karena terkendala aplikasi.
Kemenag Blitar menjelaskan bahwa setelah melakukan tes kesehatan, data CJH akan diinput hingga dinyatakan istitha’ah. Kemudian data itu di-download untuk ditandatangani oleh CJH dan diunggah lagi hingga muncul berita acara tertandatangani atau dinyatakan lunas.
Namun pada prakteknya banyak calon jemaah haji yang belum mendapatkan notifikasi belum memenuhi syarat. Sehingga CJH tersebut tidak bisa melakukan pelunasan.
“Saya pastikan akan banyak yang bertambah CJH yang melakukan pelunasan atau istitaah-nya. Kami akan tetap terus cek perkembangan 401 CJH yang belum lunas. Selain itu, akan dipetakan permasalahan mereka yang belum melakukan pelunasan,” ungkapnya.
Kemenag tidak memastikan berapa lama waktu proses pelunasan BPIH karena sistem tersebut menjadi wilayan pusat. Dari 1165 CJH beberapa diantaranya mengajukan mundur, karena sakit, meninggal dunia, menunda karena biaya dan tidak bisa bergabung dengan mahramnya.
Bahkan ada yang masih di luar negeri dan jawa maupun alasan melahirkan. Mereka dimungkinkan menunda ibadah haji tahun depan, namun porsi hajinya tidak akan pernah terhapus.
Saat ini, Kemenag juga melakukan persiapan dokumen paspor dan foto bio visa yang akan dikumpulkan ke provinsi. Untuk dokumen bio visanya sudah lebih 700 CJH yang melakukan pemberkasan. Hal itu untuk percepatan persiapan, agar tidak terjadi persoalan seperti tahun lalu.
“Tahun ini belajar dari tahun kemarin, semoga perjalanan haji bisa tertib dan lancar,” pungkasnya. [owi/aje]






