Gresik (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2023. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat ada 953 kasus kebakaran. Dari jumlah itu, kasus kebakaran tertinggi terjadi pada Bulan Oktober 2023 dengan 154 kejadian.
Disusul bulan September 2023, dengan jumlah 139 kasus. Tingginya kasus kebakaran ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, dengan personel serta peralatan pendukung yang terbatas. Ditambah hydran air yang belum terpasang di sejumlah titik. Sangat memungkinkan kejadian kebakaran di wilayah Gresik bisa bertambah.
Kepala Damkarla Gresik AH.Sinaga menuturkan, di tahun 2023 kejadian kebakaran didominasi ilalang dan lahan terbuka sebanyak 418. Disusul rumah milik warga 21 kejadian.
“Kami terus berupaya meminimalisir kejadian kebakaran. Ini karena masih banyak warga yang seenaknya ceroboh membuang puntung rokok sembarangan serta membakar ilalang,” tuturnya, Sabtu (30/12/2023).
Ia menambahkan, untuk kasus rumah warga yang menyebabkan kebakaran. Hal ini terjadi akibat konsleting listrik dan lain-lain. Serta disebabkan adanya benda yang mudah terbakar. Seperti obat nyamuk bakar, maupun tabung gas elpiji yang dimodifikasi.
“Sebagian besar penyebabnya konsleting listrik. Untuk itu, kami berharap kepada warga supaya tetap memperhatikan hal ini. Bila ada kerusakan lapor ke PLN,” imbuhnya.
Sebelum tutup tahun 2023, kejadian kebakaran kembali melanda rumah milik warga di Jalan Sunan Giri Gang 13/10 Gresik tadi malam pukul 23.00 wib. Pemilik rumah Nafik (65) dan anaknya Afif Affandi (37) tidak bisa berbuat banyak melihat tempat tinggalnya dilalap api.
Warga yang melihat api yang terus membesar melaporkan kejadian ini ke kantor Damkarla Gresik. Petugas damkar yang berjibaku selama 2 jam akhirnya bisa memadamkan api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, hampir seluruh isi rumah hangus terbakar. (dny/ian)






