Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 20 perempuan pencari kerja dari berbagai pelosok Kabupaten Blitar memperoleh kemampuan mereka dalam seni tata kecantikan alias make-up artist (MUA). Pelatihan intensif yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar ini diharapkan mampu membuka pintu kesempatan kerja dan wirausaha bagi para pesertanya.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi, menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini sumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025. Disnaker Kabupaten Blitar sendiri mendapatkan DBHCHT senilai Rp.1,5 miliar untuk melaksanakan 8 jenis pelatihan termasuk MUA ini.
“Ada beberapa peserta dari keluarga petani tembakau, karena memang kegiatan ini anggarannya bersumber dari DBHCHT tahun 2025,” ujar Nanang, Sabtu (19/07/2025).
Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan
Nanang menambahkan bahwa tujuan utama pelatihan MUA ini adalah untuk memperkaya pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kompetensi peserta di bidang tata kecantikan. Selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur profesional yang telah bersertifikat di bidangnya.
Tak hanya sekedar teori dan praktik, di akhir pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti proses sertifikasi MUA di bawah pengawasan asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini menjadi bekal berharga yang diakui secara nasional.
“Hasil dari pelatihan ini, peserta bisa memiliki bekal untuk mencari kerja atau memulai usaha sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nanang.
Beragam Pelatihan untuk Blitar yang Lebih Maju
Pelatihan MUA ini adalah salah satu dari 8 jenis pelatihan kerja berbasis kompetensi yang diselenggarakan Disnaker Kabupaten Blitar sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, Disnaker telah sukses menggelar pelatihan barista dan digital marketing. Nanang mengungkapkan bahwa jenis-jenis pelatihan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masyarakat Kabupaten Blitar.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan kerja berbasis kompetensi yang digalakkan Disnaker Kabupaten Blitar tahun ini menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar, yang seluruhnya bersumber dari DBHCHT 2025. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (owi/kun)






