Surabaya (beritajatim.com) – Seorang seniman Surabaya, Cak Kusnan, menggunakan cara unik untuk mengkritik kebijakan terkait keberadaan zebra cross di jalan kota lama Surabaya. Keberadaan zebra cross sangat penting bagi pejalan kaki saat menyeberang jalan, namun di jalan raya Jembatan Merah yang termasuk kawasan kota lama Surabaya, tidak ada satu pun tempat penyeberangan.
Kondisi inilah yang menggugah Cak Kusnan untuk melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk kritik. Ia membuat zebra cross dengan tapak kaki tepat di pintu gedung Singa Roodenburg. Aksi ini dilakukan sebagai sindiran terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) setempat agar lebih memperhatikan kebutuhan pejalan kaki dan pedagang di sisi jalan Jembatan Merah.
“Keberadaan zebra cross sangat diperlukan oleh pejalan kaki saat hendak menyeberang jalan demi keselamatan,” ujar Cak Kusnan.
Aksi teatrikal ini menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan dapat mendorong OPD terkait untuk segera menyediakan fasilitas zebra cross yang memadai di kawasan kota lama Surabaya demi keselamatan pejalan kaki dan kelancaran aktivitas sehari-hari. [ian]






