Malang (beritajatim.com) – Tim pelatih Arema FC memastikan tidak ada jaminan aman bagi semua pemain yang telah direkrut musim ini. Semua harus tampil maksimal, jika tampil buruk risiko pencoretan bakal mereka terima.
Asisten pelatih Arema FC Joko Susilo mengatakan bahwa sikap tegas tim kepelatihan berlaku untuk semua pemain. Termasuk pemain senior dan pemain-pemain asli putra daerah Malang. “Mereka tidak aman semua. Selalu kita sampaikan bahwa mereka belum aman semua, meski statusnya sudah di kontrak atau belum,” ujar Joko Susilo, Rabu, (31/5/2023).
Dalam skuat Arema FC musim ini setidaknya ada 11 pemain lokal yang berstatus pemain asli Malang. Mereka adalah, Dendi Santoso, Johan Alfarizi, Teguh Amiruddin, Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, Achmad Figo, Tito Hamzah, Gufroni Al Ma’ruf, Jayus Hariono, Dicky Agung Setiawan dan Bayu Aji.
Pelatih yang akrab disapa Gethuk ini mengatakan, bahwa manajemen tidak akan memberi batas hingga satu musim berakhir untuk pemain yang tidak sesuai ekspetasi. Dia menyebut, pemutusan kontrak atau pencoretan bisa dilakukan sewaktu-waktu.
BACA JUGA: Susul Gustavo, Arema FC Kenalkan Pemain Asal Australia dan Mali
“Sudah kita berlakukan begitu. Jadi tidak bisa sekarang masuk, satu tahun menunggu, itu tidak bisa. Tidak aman sewaktu-waktu dia tidak memenuhi kriteria kita, masanya ya selesai. Bisa lepas, malam ini atau besok ya bisa lepas,” tandasnya. [luc/suf]






