Blitar (beritajatim.com) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kabupaten Blitar sempat diwarnai kendala teknis. Server dari kementerian pusat dilaporkan mengalami gangguan (down), namun hal tersebut dipastikan tidak mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan.
Pasalnya, gangguan itu hanya terjadi sebentar. Hingga akhirnya saat ini, ujian yang diikuti oleh sekitar 10 ribu lebih siswa dari 665 lembaga SD negeri dan swasta di Kabupaten Blitar tersebut dilaporkan kembali berjalan lancar.
Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Binti Mustolifah, mengonfirmasi bahwa kendala server down tersebut memang sempat memicu kekhawatiran di lapangan. Namun, setelah dilakukan pemantauan, gangguan tersebut murni berasal dari sistem pusat dan bukan karena kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) di daerah.
“Kemarin memang sempat ada trouble sedikit terkait server pusat dari kementerian. Tapi itu tidak mengganggu, kita tunggu dalam waktu sesaat sudah normal kembali. Secara umum dukungan internet dan sarpras di Blitar sangat memenuhi,” ungkap Binti pada Sabtu (25/04/2026).
TKA tahun ini dilaksanakan serentak mulai tanggal 20 hingga 30 April 2026. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, baik dari unsur pengawas maupun bidang pendidikan, seluruh lini telah menjalankan tugas monitoring dengan baik untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
Meskipun Kemendikbudristek tidak mewajibkan pelaksanaan TKA secara nasional, tingkat kesadaran siswa dan wali murid di Kabupaten Blitar untuk mengikuti tes ini tergolong sangat tinggi. Hal ini dikarenakan hasil TKA menjadi salah satu syarat krusial dalam proses seleksi masuk jenjang SMP melalui jalur prestasi akademik.
“TKA ini menjadi syarat untuk mengikuti SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) di jenjang berikutnya. Selain nilai rapor, hasil TKA atau yang disebut SDH-TKA akan menjadi penentu bagi siswa yang ingin masuk melalui jalur prestasi akademik,” bebernya.
Tingginya antusiasme ini juga disebut sebagai buah dari sosialisasi masif yang dilakukan pihak dinas kepada sekolah-sekolah dan wali murid jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.
Hingga memasuki hari kesekian pelaksanaan, Dinas Pendidikan melaporkan belum ada satu pun siswa yang terdaftar untuk mengikuti ujian susulan. Seluruh peserta terpantau dalam kondisi sehat dan hadir secara lengkap di masing-masing sekolah.
“Sampai saat ini anak-anak terpantau sehat semua dan ikut semua. Belum ada laporan untuk jadwal susulan. Namun, jika nanti ada yang berhalangan hadir karena alasan mendesak, kami sudah menyiapkan jadwal susulan secara serentak,” tambahnya.
Dengan total peserta mencapai 10.000 lebih siswa, pemerintah daerah berharap hasil TKA tahun ini dapat menjadi potret nyata kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar sekaligus mempermudah pemetaan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (owi/kun)






