Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Sepak Bola Pelajar Putri Indonesia binaan BLISPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) bakal mengikuti Turnamen Piala Global Wanita UYC II U-12 Grup Dunia 2024 di Jingxi, China.
BLISPI telah memanggil 14 pemain dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti training camp (TC) di Jakarta sebelum bertolak ke China pada 18 Agustus 2024 nanti. Dua pemain di antaranya berasal dari Surabaya.
Dua pemain itu yakni Locita Waranggani Olah Nismara, siswi kelas IV dari SDN Pacarkeling V Surabaya dan Zian Aisyah Rahmadani siswi kelas VI dari SDN Al Islah Surabaya. Mereka dipromosikan mengikuti turnamen UYC II pada 21-23 Agustus 2024 mendatang di China.
Dihubungi beritajatim.com, Sardiyoko, ayah dari Locita Waranggani Olah Nismara mengatakan bahwa putrinya menjadi salah satu dari 14 pemain yang terpilih masuk ke tim untuk mengikuti turnamen sepak bola putri tersebut.
Ia mengungkapkan, sebelumnya BLISPI telah melakukan seleksi dan pemantauan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Surabaya. Dari situlah, terpilih 14 nama untuk selanjutnya bergabung dengan tim.
“Terpilih 14 anak mewakili Indonesia. Mereka ada yang dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Solo, hingga Surabaya. Dari Surabaya ada dua yang terpilih, anak saya dan Zian dari SD Al Islah,” katanya, Selasa (13/8/2024).
Yoko menambahkan, turnamen ini diikuti oleh beberapa negara di antaranya Cina sebagai tuan rumah, kemudian Spanyol, Prancis, Italia, kroasia, Serbia, Rusia, Portugal, Belgia, Malaysia, Inggris, Indonesia, dan lainnya.
Sebelum bertolak ke China, tim akan terlebih dulu menjalani pemusatan latihan di Jakarta selama 4 hari, mulai 14-17 Agustus. TC akan dipimpin Selfianus Jacob Riwoe sebagai head coach dan asistennya, Muhammad Ridwan.
Menyukai Sepak Bola Sejak Usia Dini
Yoko menceritakan, keberhasilan putrinya menembus Skuad Merah Putih Putri U-12 ini tak lepas dari ketekunan dan kecintaan Locita terhadap sepak bola. Sejak berusia 7 tahun, Locita telah masuk di sejumlah SSB.
“Locita masuk SSB Bintang Utama dan SSB Bulog Jatim sejak umur 7 tahun. Di tim ini dia paling kecil. Kemarin juga ikut seleksi Persebaya U-10, tapi di tahap kedua gagal karena dia perempuan sendiri,” ungkap Yoko.
Yoko menambahkan, sebagai orang tua, dirinya akan mendukung penuh proses dari putrinya itu, meski terkadang merasa kasihan lantaran begitu antusiasnya putrinya itu dalam mengasah kemampuannya.
“Pernah dia demam sampai 40 derajat karena harus tanding futsal dan sepak bola. Saat itu, dia juga nekat berangkat ke Sidoarjo untuk main bola lagi. Herannya, setelah main itu justru demamnya sembuh. Seolah-olah obat sakitnya itu adalah sepak bola,” ungkap Yoko.
Idolakan Cristiano Ronaldo dan Claudia Scheunemann
Sementara itu, Locita mengaku jika dalam bermain sepak bola, ia terinspirasi dari Bintang Klub Liga Arab Saudi Al Nasr, Cristiano Ronaldo. Sedangkan di Indonesia, ia mengidolakan Bintang Timnas Putri Claudia Scheunemann.
Saat mendapat panggilan di Timnas Pelajar Putri ini, ia pun mengaku senang dan bangga. Bahkan dirinya tak pernah merasa minder saat akan bertemu dengan pemain-pemain lawan, terutama dari Eropa.
“Saya sudah biasa menghadapi lawan-lawan yang besar badannya. Di tim fusal putri, saya sering main di berbagai kelompok umur mulai U-12, U-17 bahkan juga pernah bermain di U-20, dan saya bisa cetak gol,” tuturnya.
Di antara rekan setimnya, Loli juga menjadi pemain paling muda. Namun pengalaman dan prestasinya tak kalah dari pemain lainnya. Loli pernah menjadi top skor di turnamen Milk Life Soccer Challlenge U-12 dengan menorehkan 22 gol. Selain itu, ia juga meraih beragam prestasi di futsal.
Dengan beragam capaian itu, diharapkan potensi besar Loli dan para bakat muda dapat berkembang dengan baik. Tepatnya pembinaan di kelompok umur, bisa menjadi kunci cerahnya sepak bola putri Indonesia yang kini perlahan tengah dibangun oleh PSSI. [ipl/ian]






