Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur menggelar seminar bertema Literasi Digital dan Artificial Intelligence (AI) di Aula KH Bisri Syansuri, Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (10/5/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LTN NU Jatim dan dihadiri perwakilan LTN dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Acara menghadirkan narasumber kompeten, yaitu KH Ishaq Zubaedi Raqib (Ketua LTN PBNU), Sherlita Ratna Dewi Agustin (Kepala Dinas Kominfo Jatim), dan Tiat S Suwarsudi (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim).
Ketua LTN PWNU Jatim, Helmy M Noor, menegaskan bahwa seminar ini bertujuan mendorong kolaborasi antar penggerak literasi di berbagai daerah. “Diharapkan ada kerja sama dengan para penggerak literasi di daerah-daerah setelah seminar ini,” ujarnya.
Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Hakim Jayli, menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang menjunjung gagasan besar. “Tidak hanya duniawi, tapi juga ukhrawi,” katanya.
Ia berharap LTN dapat menjaga eksistensi NU melalui kerja-kerja konkret, khususnya menindaklanjuti amanat Konferwil NU Jatim yang memprioritaskan empat hal utama: penguatan Aswaja, pengembangan SDM, pendampingan ekonomi warga, serta percepatan kinerja organisasi.
Tiat S Suwarsudi dalam pemaparannya menyoroti pentingnya menulis dan publikasi dalam penguatan literasi. Ia menyebut bahwa naskah kuno keislaman atau turats yang minimal berusia 50 tahun adalah warisan penting. “Jumlahnya di Jawa Timur ada 1.055 naskah. Tidak sedikit masih ada yang di luar negeri,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Perpustakaan bertanggung jawab melestarikan turats melalui digitalisasi, sekaligus mendorong transformasi informasi berbasis sosial. “Terutama meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat,” tambahnya.
Sementara itu, Sherlita Ratna Dewi mengungkapkan bahwa digitalisasi di Jawa Timur berkembang sangat pesat, bahkan menempatkan Indonesia pada posisi strategis di level dunia. Namun, ia juga mewanti-wanti risiko dari penggunaan AI yang berlebihan. “Seperti tenaga produksi, digital marketing, tenaga administrasi, keamanan dan sebagainya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada AI bisa melemahkan kemampuan otak manusia. “Orang akan jadi lebih malas, karena sudah dijawab semua oleh AI,” jelasnya.
Ketua panitia, Ahmad Karomi, menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari 30 pengurus LTN kabupaten/kota se-Jawa Timur, mulai dari Magetan hingga Sumenep. “Mulai dari Magetan sampai Sumenep,” tutupnya. [suf]






