Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 10 anggota Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim yang menjadi korban ledakan mortir di Markas Brimob Jalan Raya Gresik nomor 39, Surabaya, pada Senin (04/03/2024) kemarin kini kondisinya telah membaik. Bahkan seluruh korban sudah dipulangkan dari rumah sakit.
“Alhamdulillah dari 10 korban yang dinyatakan luka kemarin, hari ini sudah kita tengok. Hari ini dipastikan oleh Rumah Sakit Bhayangkara boleh kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, Selasa (5/3/2024).
Kapolda menjelaskan, dalam kunjungan ke korban ini pihaknya didampingi Danpas Gegana Brigjen Pol Reza Arief Dewanto. Hal ini karena peristiwa ini mendapat perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kebetulan kita diberikan asistensi dari Danpas Gegana atas perintah Bapak Kapolri untuk meninjau langsung di lapangan. TKP tadi sudah dihadiri oleh Bapak Danpas Gegana, termasuk hari ini beliau memastikan untuk korban terjadinya ledakan kemarin baik-baik saja,” tambahnya.
Hasil pemeriksaan medis, kata Imam, beberapa anggota mengalami sesak napas atas insiden tersebut. Sebagian lainnya ada yang terluka di bagian tangan dan kepala akibat terkena serpihan kaca.
“Kalau kita rinci, ada 5 personel itu sesak napas dan Alhamdulillah hari ini kita pastikan baik-baik saja. Kemudian yang luka di tangan kena serpihan kaca, di kepala. Sudah dilakukan penjahitan semua dan membaik hari ini,” paparnya.
Imam mengungkapkan, disposal bahan peledak itu biasanya dilakukan satu bulan sekali. Tak ada jumlah pasti dalam melakukan pemusnahan itu, dan rencananya bahan peledak kemarin akan dimusnahkan namun meledak lebih dulu.
“Itu kita tetapkan biasanya kalau satu bulan sudah terkumpul ada beberapa bahan peledak hasil temuan itu biasanya langsung kita musnahkan. Relatif biasanya, tidak dalam jumlah batasan tertentu. Kemarin itu sebenarnya sudah akan dimusnahkan,” ungkapnya.
Sementara terkait penyimpanan hasil temuan bahan peledak, menurut Imam ada tempat khusus sebagai penyimpanan. Namun, saat akan dibawa untuk di disposal, bahan peledak itu di tempat sementara di samping kantor Den Gegana.
“Sebenarnya ada, cuma waktu itu kan memang disimpan di sana karena bentuknya bahan kimia disatukan di situ dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera dimusnahkan, SOP memang seperti itu,” pungkasnya. [uci/aje]






