Lumajang (beritajatim.com) – Selain makanan dan minuman, ribuan pengungsi di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, membutuhkan bantuan berupa pakaian bersih, selimut dan alas tidur.
Selimut dan alas tidur ini sangat dibutuhkan. Mengingat, cuaca di Pronojiwo yang cukup dekat dengan lereng Gunung Semeru, sangat dingin jika malam hari. “Kebutuhan pengungsi yang utama selain makanan, air minum, juga selimut dan alas tidur. Karena kalau malam hari disini cuacanya sangat dingin sekali,” ungkap Camat Pronojiwo Lumajang, Abdillah Irsyad, Minggu (5/12/2021) sore ini.
Kata Irsyad, selain selimut dan alas tidur, pengungsi juga membutuhkan pakaian bersih layak pakai. “Pengungsi juga membutuhkan pakaian. Terutama pakaian anak dan bayi. Karena banyak anak kecil disini. Sementara jumlah pengungsi selain menyebar di 7 Titik, mereka juga mengungsi di rumah-rumah penduduk. Jumlahnya seribu lebih lah,” tegas Irsyad.
Ia melanjutkan, untuk dapur umum saat ini sudah dibawah kendali TNI. Sementara daerah terdampak erupsi Gunung Semeru terparah adalah Desa Supiturang. Disusul kemudian Desa Oro-Oro Ombo, serta Desa Sumbersari. “Daerah terdampak paling parah adalah Desa Supiturang,” bebernya.
Irsyad mengungkapkan, memang banyak warga yang memilih pulang hari ini. Tujuannya adalah melihat dan mengamankan barang-barang berharga, padahal itu cukup berbahaya. “Makanya kami menghimbau warga agar tidak pulang, tetap saja di pengungsian. Karena sangat membahayakan,” pungkasnya. (yog/kun)






