Jordania (beritajatim.com) – Ukiran di bukit cadas berbentuk sebuah bangunan istana di Petra, Jordania dikenal satu dari tujuh keajaiban dunia. Bangunan istana yang diukir di bukit batu cadas itu, menurut Asraf, sahabat penulis asal Amman, berumur dua ribu tahun.
Obyek wisata Petra yang menjadi kebanggaan warga Jordania itu berada di Kota Ma’an. Tahun 2019 yang tinggal sehari lagi, pemerintah Jordania menargetkan sejuta wisatawan berkunjung ke lokasi salah satu keajaiban dunia itu.
“per wisatawan dikenai tiket masuk 71 USD. Bila setahun target sejuta wisman terpenuhi, maka bukit Petra menghasilkan 71 juta USD, setara hampir Rp 1 triliun,” kata Asfar sambil merinci.
Ada tiga pilihan bagi wisman yang hendak melihat istana bukit Petra. Naik delman dengan membayar USD 20 per orang. Menunggang kuda dengan tarif USD 10 dan naik golf car per penumpang dikenai ongkos USD 40. Kalau mau free, tak berbayar, silakan jalan kaki sejauh hampir 5 kilometer pulang pergi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”timur-tengah”]
Kalau istana bukit Petra berumur dua ribu tahun, di Kota Ma’an juga ada keajaiban peninggalan Islam. Yaitu wadi (sumur) Nabi Musa AS. Perihal wadi Musa ini, juga ada di dekat terowongan Terusan Suez tak jauh dari Taba border, perbatasan antara negara Mesir dengan Jerussalem.
Sedangkan sumur yang berlokasi dua kilometer dari Petra dilindungi bangungan seperti mushola. Selain sumur Nabi Musa yang airnya sangat jernih, di dalam bangungan berukuran sekitar 4 x 5 meter itu, ada seonggok batu. “Ini batu vulkanik (gunung) usianya sekitar tiga juta tahun,” tutur Asfar menjawab pertanyaan penulis perihal asal muasal batu berwarna kehijauan itu. [fim/air/bersambung]







