Surabaya (beritajatim.com) – Sekolah Rakyat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tengah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Sekolah ini masih kekurangan satu guru agama Kristen.
“Tenaga pendidik mulai dari guru hingga juru masak, Insya Allah lengkap. Cuma ada kekurangan guru agama Kristen, memang sulit,” terang Kepala Sekolah Rakyat Unesa, Prapti Wardani, Kamis (14/8/2025).
Ia menjelaskan, permohonan penambahan guru telah diajukan langsung ke Kementerian Sosial (Mensos) melalui permohonan resmi. “Pengajuannya sudah kita ajukan langsung ke Mensos, menunggu proses saja,” tambahnya.
Prapti menerangkan, Sekolah Rakyat Unesa membutuhkan satu guru agama Kristen untuk mendampingi lima siswa non-Muslim dari total 100 siswa.
Prapti juga memaparkan kondisi siswa Sekolah Rakyat Unesa. Seluruh siswa dalam kondisi baik dan mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun asrama dengan baik. “Semuanya baik-baik saja. Anak-anak belajar dengan baik di kelas dan di asrama,” tuturnya.
Prapti juga menegaskan tidak ada siswa yang mengundurkan diri hingga saat ini. “Alhamdulillah, sementara tidak ada. Di sini (pengawasan) ketat, ada security dari Unesa dan SR juga ada security-nya. Jadi berlapis,” kata Prapti.
Meski demikian, Prapti mengakui beberapa siswa sempat mengalami homesick atau kerinduan pada awal-awal beradaptasi di asrama. “Minggu pertama dan kedua itu mereka berat karena homesick, yang tadinya tidak pernah di asrama,” jelasnya.
Pihak sekolah pun mengambil langkah cepat dengan mendatangkan konselor dari puskesmas. “Pihak puskesmas datang ke asrama untuk memberikan konseling sebanyak tiga kali. Dan itu sudah tuntas,” tutupnya. [ipl/but]






