Lamongan (beritajatim.com) – Persiapan Program Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMK Maritim Brondong, Kabupaten Lamongan, sudah memasuki tahap akhir. Sekolah Rakyat merupakan kebijakan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, untuk membuka akses pendidikan bagi keluarga miskin.
“Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama dari desil 1 dan 2, agar tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lamongan, Farah Damayanti, Jumat (4/7/2025).
Farah menyampaikan, proses persiapan mengikuti petunjuk teknis dari Kementerian Sosial dan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
“Di antaranya adalah survei kelayakan fasilitas sekolah, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga perekrutan siswa,” tuturnya.
Hingga awal Juli ini, 86 persen dari kebutuhan infrastruktur sekolah telah rampung. Selain itu, tahapan administrasi seperti pengajuan SK ke Gubernur Jawa Timur juga telah dilakukan.
“Rekrutmen siswa sudah dituntaskan, dengan total 75 siswa dari 25 kecamatan di Lamongan. Semua berasal dari keluarga miskin sesuai kriteria yang ditetapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut Farah menyampaikan, seragam, sepatu dan kebutuhan dasar siswa sudah disiapkan. Saat ini tinggal menunggu jadwal tes kesehatan dan tes talenta, yang akan dilakukan bersama Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten.
Farah berharap ke depan Sekolah Rakyat ini tidak berhenti di jenjang setara SMA/SMK, tapi juga dapat diterapkan untuk jenjang SD dan SMP, sehingga mencakup lebih banyak warga miskin di Lamongan, termasuk dari desil 3 dan 4.
“Program ini bukan sekadar soal pendidikan, tetapi investasi untuk membentuk karakter generasi muda dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” ucap Farah.
Dengan kesiapan yang semakin matang, diharapkan Sekolah Rakyat di Lamongan dapat beroperasi sesuai rencana, pada tahun ajaran baru yang dimulai pada tanggal 14 Juli 2025 mendatang. (fak/but)






