Jember (beritajatim.com) – Buku The Immortals: The Season My Milan Team Reinvented Football ditulis Arrigo Sacchi, pelatih AC Milan era 1980-1990-an. Buku ini bercerita tentang bagaimana ia memukau dunia dengan filosofi sepak bola menyerang.
Kemenangan 4-0 dalam Final Piala Champions 1989 atas Steaua Bucharest bakal diingat sebagai momentum lahirnya revolusi sepak bola. Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, menyebut Sacchi mengubah apa yang banyak orang pikirkan soal sepak bola.
Bersama trio Belanda (Ruud Gullit, Marco Van Basten and Frank Rijkaard), Sacchi mengubah stigma sepak bola gerendel ala Italia dan menjadi pionir pendekatan sepak bola menyerang dengan pressing tinggi. Ia menjadi inspirasi bagi Pep Guardiola dan Jurgen Klopp. Buku ini bercerita bagaimana AC Milan pada masa itu bisa disebut sebagai satu dari beberapa tim terhebat di dunia sepanjang zaman.
Buku ini menarik karena memberikan wawasan mendalam soal apa yang terjadi pada AC Milan dari pelaku utamanya. Pertandingan putaran kedua melawan Red Star Beograd dibahas khusus, terutama atmosfer Stadion Marakana dan ancaman terhadap jiwa pemain Milan Roberto Donadoni di lapangan.
Orang hanya tahu AC Milan era itu adalah Trio Belanda. Namun di buku ini Sacchi memaparkan bagaimana pentingnya peran pemain seperti Giovanni Galli, Angelo Colombo, Alberico Evani, dan Pietro Paolo Virdis.
Sacchi menulis buku ini bersama Luigi Garlando, kontributor koran La Gazzetta dello Sport. Dalam website Football Italia, Garlando mengatakan, Sacchi punya buku catatan bergaris yang diungkapkan dalam The Immortals. Sang pelatih mencatat hari lahir setiap pemainnya, mulai dari penjaga gawang ketiga Davide Pinato hingga Ruud Gullit.
Sacchi memberikan perhatian besar untuk anak-anak asuhnya, dan menciptakan ikatan istimewa dengan mereka.”Jadi dalam buku The Immortal, Anda tiak hanya akan melihat sosok seorang manusia, tapi juga pelatih,” kata Garlando. [wir]






