Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, sejumlah kementerian telah diberikan tugas untuk menyiapkan solusi teknis guna mendukung implementasi program “gentengnisasi”.
“Dan Beberapa Kementerian sudah diberi tugas misalnya bagaimana kita bisa menemukan penemuan-penemuan atau teknologi-teknologi alat-alat untuk mencetak Gentengnya, manakala kita membutuhkan produksi Genteng dalam jumlah yang besar minta waktu sebentar dulu untuk di detailkan teknisnya,” kata Prasetyo.
Terkait skema pelaksanaan, termasuk pendanaan dan teknis penggantian atap, Prasetyo menyampaikan, pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian.
“Teknis sedang didiskusikan dengan beberapa lintas kementerian, sebenarnya ini juga bukan baru kemarin di forum rakornas tersebut Bapak Presiden menyampaikan karena dalam pertemuan-pertemuan informal, ini sudah didiskusikan beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.
Prasetyo menegaskan, gerakan “gentengnisasi” yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri. Menurut Prasetyo, gerakan tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota.
Prasetyo menyebut, Presiden memandang pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang harus terus didorong, dengan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai kunci utama. Dalam konteks tersebut, Mensesneg menyampaikan, Presiden memberikan perhatian khusus pada berbagai aspek kebersihan dan keindahan lingkungan yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Dia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kota agar kawasan perkotaan kembali tertata, indah, dan nyaman.
“Nah, di situ ada beberapa hal yang menjadi atensi beliau dalam hal keindahan, dalam hal kebersihan di antaranya adalah masalah penggunaan atap yang berbahan seng, termasuk yang berikutnya misalnya berkenaan dengan masalah sampah,” katanya.
Prasetyo menambahkan, arah kebijakan tersebut telah disampaikan Presiden secara utuh dalam berbagai forum, termasuk dalam pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan daya tarik wisata yang lebih kuat, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Prasetyo kembali menegaskan bahwa gentengnisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari agenda besar penataan lingkungan secara menyeluruh.
“Jadi bukan sekedar masalah Gentenisasi. Termasuk papan reklame, baliho-baliho, kemudian kabel-kabel yang mau disadari atau tidak disadari bahwa itulah yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. [hen]






