Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tanggal 11 September, Indonesia memperingati Hari Radio Nasional. Peringatan ini bertepatan dengan hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945.
Sejarah radio di Indonesia berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, penyebaran informasi, serta pembentukan identitas nasional.
Dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional, mari kita melihat lebih dekat perjalanan panjang radio di Indonesia dan dampaknya dalam kehidupan sosial dan politik bangsa.
Awal Mula Radio di Indonesia
Perkembangan radio di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1925, stasiun radio pertama di Indonesia, Bataviaasche Radio Vereniging (BRV), didirikan di Batavia (sekarang Jakarta).
BRV menjadi pelopor bagi berbagai stasiun radio lain yang kemudian tumbuh di kota-kota besar di Nusantara. Namun, radio pada masa itu masih terbatas pada kalangan elite, terutama warga Eropa.
Seiring berjalannya waktu, radio mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Salah satu peran penting radio adalah sebagai media penyampai berita tentang perjuangan kemerdekaan.
Pada masa pendudukan Jepang, radio banyak digunakan oleh pemerintah militer untuk menyebarkan propaganda. Setelah proklamasi kemerdekaan, radio digunakan oleh para pejuang sebagai alat untuk menyebarkan berita kemerdekaan ke seluruh pelosok negeri.
Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kemerdekaan
Puncak perkembangan radio di Indonesia terjadi setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tepat pada 11 September 1945, para pemuda dan pejuang kemerdekaan mengambil alih stasiun radio yang sebelumnya dikuasai Jepang dan mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI).
RRI berperan besar dalam menyiarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan ke seluruh Indonesia, termasuk berita-berita perjuangan melawan agresi militer Belanda.
Selain berfungsi sebagai penyebar informasi, RRI juga berperan dalam membentuk identitas nasional. Lewat siarannya, RRI menyebarluaskan semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Bahkan, pada masa sulit seperti Agresi Militer Belanda, siaran RRI tetap berlangsung secara sembunyi-sembunyi dari lokasi-lokasi yang aman.
Radio di Era Modern
Setelah Indonesia merdeka, radio terus berkembang dan menjadi salah satu media komunikasi terpenting. Pada era 1960-an hingga 1980-an, radio masih menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat.
Namun, dengan kemajuan teknologi, peran radio mulai tergeser oleh televisi dan internet. Meski begitu, radio tetap memiliki tempat di hati masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau oleh media lain.
Radio saat ini juga telah bertransformasi dengan adanya layanan streaming online, yang memungkinkan pendengar mengakses siaran radio dari seluruh dunia melalui internet. RRI pun telah mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan layanan radio digital dan siaran online, menjaga relevansi radio di tengah perubahan teknologi.
Hari Radio Nasional bukan hanya untuk mengenang sejarah panjang radio di Indonesia, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya media ini dalam membangun bangsa.
Dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern, radio selalu hadir sebagai media yang menghubungkan, menginformasikan, dan menginspirasi masyarakat. (fyi/ian)






