Hari jadi Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk pertama kalinya diperingati dalam sebuah sidang paripurna istimewa di gedung DPRD setempat, Jumat (2/1/2026). Sidang paripurna istimewa ini usulan Bupati Muhammad Fawait.
Namun sejarah Jember sendiri menghadirkan misteri dan sederet pertanyaan. “Asal-usul nama Jember dan hal-hal yang melatarbelakangi mengapa dinamai Jember sampai dengan saat ini masih belum dapat memberikan informasi dan gambaran yang utuh dan menyeluruh dalam sejarah masa kerajaan, konolialisme, serta pergerakan,” kata Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, pidatonya.
Halim menyebut penelusuran asal-usul nama Jember menjadi pekerjaan rumah dan amanah bagi masyarakat. Namun kendati asal-usul nama masih diperdebatkan, pemerintah daerah menetapkan HUT Jember diperingati pada 1 Januari setiap tahun.
Penetapan 1 Januari sebagai hari jadi Jember ini, menurut Halim, merujuk pada tanggal berlakunya ketentuan hukum Staatsblad Nomor 322 tahun 1928 yang dikeluarkan Pemerintah Hindia Belanda.
Berdasarkan Staatsblad tersebut, Kabupaten Jember didirikan secara resmi pada 1 Januari 1929 dengan nama Regenschap Djembee. “Ini menandai pengakuan Jember sebagai satuan masyarakat hukum yang berdiri sendiri,” kata Halim.
Sejarawan lokal RZ Hakim mengatakan, 1 Januari 1929 ditetapkan setelah Jember resmi memiliki bupati pertama sendiri yakni Notohadinegoro. Namun dia lebih memilih 9 Januari 1883 sebagai hari jadi Jember jika sama-sama bertitik tolak dari kebijakan kolonial Belanda. Saat itu Jember lepas dari Bondowoso dan menjadi afdeling tersendiri.
Namun jika mengacu penemuan arkeologis, usia Jember bisa jadi lebih tua. Penemuan Prasasti Lumbung di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, memunculkan hipotesis bahwa Jember sudah ada sejak abad kedua.
Usia Prasasti Lumbung lebih tua daripada situs-situs lainnya seperti Watu Gong di Kaliputih Kecamatan Rambipuji yang berusia sejak abad 6 atau abad 7. “Bakal menarik kalau pemerintah serius menggelontorkan dana riset,” kata Hakim.
Jika benar sejarah Jember diawali pada abad kedua, Hakim memperkirakan bakal memicu kehebohan. “Bakal banyak yang tidak terima: kok bisa usianya mengalahkan katakanlah Kutai. Indonesia kan gak punya riwayat abad 300 tahun pertama/ Tiba-tiba abad keempat,” kata Hakim.
Jember terbentuk karena ekonomi perkebunan, saat orang-orang dari Pulau Madura dan Jawa pedalaman seperti Ponorogo, Madiun, dan Tulungagung datang untuk menjadi kuli kebun. “Jember menjadi menarik pada 1856 ke atas setelah ada perkebunan swasta. Sebelum itu, perkebunan dikelola pemerintah Hindia Belanda,” katanya.
Kendati saat ini Jember dikenal sebagai penghasil tembakau, menurut Hakim, komoditas perkebunan pertama di Jember adalah kopi, yang diperkenalkan pada 1795. Nanun komoditas kopi saat itu tidak cukup membawa keuntungan besar.
Belakangan komoditas tembakau dibudidayakan. “Nama-nama desa di Jember berkembang bersamaan dengan gudang-gudang penyimpanan tembakau. Ketika ada gudang penyimpanan tembakau baru di sebuah wilayah, di sana ada desa baru. Perkembangan Jember cepat ketika sudah ada tembakau na-oogst untuk bahan cerutu,” kata Hakim.
Pengusaha pertama yang berani membuka perkebunan swasta pertama di Jember adalah Franssen van de Putte pada 1856. Perusahaan itu beroperasi di kawasan Kecamatan Sukowono dan Kalisat yang saat itu bernama Sukakerta.
Hakim mengatakan, wajah Jember sebagai sebuah kota saat itu sudah terlihat. “Ada hotel, alun-alun sudah tertata dan irigasi bagus,” katanya.
Jember yang masuk dalam wilayah Bang Wetan sempat diklaim Kerajaan Mataram pada 1748. Mataram kemudian menyerahkannya kepada Belanda sebagai kompensasi permohonan bantuan pasukan. Sektar 12-13 tahun kemudian pemerintah kolonial Belanda baru menggarap Jember.
C. Lekkerker, peneliti Belanda, mengartikan Jember sebagai tanah yang becek atau tanah basah. “Sebuah kota yang bisa menjelaskan dirinya secara geologi lewat namanya salah satunya adalah Jember,” kata Hakim.
Namun masyarakat Madura dan Jawa di sana tidak suka. Mereka memilih ‘Jembar’ yang artinya ‘luas’ dan jika dilafalkan dalam bahasa Madura berbunyi ‘Jember’. [wir]






