Sumenep (beritajatim.com) – Siswa SMP Integral Lukmanul hakim Sumenep Madura memperingati hari santri dengan cara yang berbeda. Puluhan siswa ini memilih melakukan ‘sedekah oksigen’.
“Hari santri sekarang ini, kami mengajak anak-anak bersedekah oksigen dengan cara menanam 1.000 bibit mangrove,” kata salah satu guru pendamping, Ustad Kholik, Selasa (22/10/2024).
Penanaman seribu bibit mangrove itu dilakukan di pesisir Dusun Panglema Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, bekerja sama dengan Pokmaswas ‘Reng Paseser’.
“Ini kali pertama kami mengajak anak-anak tanam mangrove. Alhamdulillah anak-anak terlihat gembira dan sangat menikmati kegiatan sedekah oksigen ini,” ujar Kholid.
Bibit mangrove yang ditanam tersebut berasal dari rumah bibit ‘Mangrove Morkondhang’ yang dikelola Pokmaswas ‘Reng Paseser’. Jenis mangrove yang ditanam adalah rhizopora stylosa dan rhizophora mucronata. Sebelum melakukan penanaman, Pokmaswas mengenalkan mangrove dari sisi manfaat, jenis, dan cara tanamnya.
“Pola tanam mangrove yang dilakukan siswa SMPI Lukmanul Hakim ini tadi metode pancang. Satu pancang isi 10 bibit,” terang Sekretaris Pokmaswas Reng Paseser, Fadel Abu Aufa.
Ia menjelaskan, penanaman mangrove menggunakan metode pancang relatif lebih tahan ombak dibanding metode-metode lain. Selain itu, metode tanam pancang ini juga lebih mudah dilakukan.
“Kami sudah pernah uji coba beberapa metode penanaman mangrove. Ternyata metode tanam pancang ini lebih tahan ombak dibanding metode konvensional, metode rumpun berjarak, maupun beberapa metode lainnya,” papar Fadel. (tem/but)






