Mojokerto (beritajatim.com) – Masyarakat Dusun Kembangsore, Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menggelar sedekah bumi, Kamis (2/3/2023). Sedekah bumi di Petilasan Watu Anyang tersebut bertujuan uri-uri budaya dan tasyakuran doa bersama.
Puluhan warga membawa makanan, kue hingga buah aneka macam yang ditata menjadi tumpeng di dalam ancak bambu (anyaman bambu) segi empat. Warga berbaur satu sama lain bertukar makanan yang dibawa sebelum akhirnya di makan bersama dan dibawa pulang.
“Bancakan, doa bersama. Seluruh warga masyarakat mengeluarkan tumpeng-tumpeng untuk dimakan bersama-sama dengan warga masyarakat yang lain, perangkat desa dan tokoh masyarakat bergabung bersama-sama,” ungkap Kepala Desa (Kades) Petak, Supoyo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sedekah-bumi”]
Tujuannya, lanjut Kades, uri-uri adat budaya Dusun Kembangsore, Desa Petak. Pihaknya berharap dengan kegiatan tasyakuran doa bersama tersebut kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur, tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya.
“Desa kita menjadi desa Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo. Intinya bisa menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (desa yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya). Kemarin kita sudah menggelar kirab ancak keliling desa,” katanya.
Hasil bumi pertanian masyarakat Dusun Kembangbelor digambarkan melalui ancak, tumpeng berbagai bentuk. Seperti bentuk reog, naga, harimau, kuda lumping, gunungan dan lainnya. Rabu (1/3/2023) malam, lanjut Kades ada pengajian dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit pada, Kamis (2/3/2023) malam. [tin/kun]
![Sedekah Bumi, Masyarakat di Mojokerto Uri-uri Budaya Sedekah bumi Dusun Kembangsore, Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230302-WA0028.jpg)







