Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 22 jemaah haji risiko tinggi (risti) asal Kabupaten Blitar tak ikut city tour selama di Madinah. Langkah ini diambil karena faktor kesehatan demi mencegah adanya calon haji yang sakit.
Khayatul Mahki, Ketua Kloter 8 Kabupaten Blitar menyebut secara umum 300 lebih Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Blitar dalam kondisi sehat. Namun diakuinya, ada 22 orang yang dilarang tim medis untuk ikut kegiatan city tour yang difasilitasi pemerintah karena pertimbangan kesehatan.
“Beberapa jemaah lansia atau risiko tinggi tidak ikut ziarah atau city tour dan itu sesuai dengan saran dari tim dokter kloter 8,” ucap Khayatul Mahki, Sabtu (10/05/2025).
Para jemaah yang tidak ikut city tour ini mayoritas adalah lansia. Mereka tidak diizinkan mengikuti ziarah ke sejumlah tempat bersejarah umat musim di Madinah karena faktor risiko kesehatan.
Menurut Mahki, kedua puluh jemaah yang tidak diperkenankan ikut city tour bersama jemaah lain ini di antaranya bahkan telah menggunakan kursi roda. Selain itu ada beberapa jemaah yang memang disarankan untuk beristirahat demi menghemat tenaga karena memiliki riwayat penyakit yang berbahaya jika kecapean.
“Mereka yang risiko tinggi ini adalah mereka yang memiliki penyakit komorbid yang memerlukan penanganan khusus, kemarin disarankan oleh tim dokter tidak ikut city tour karena energi mereka,” tegasnya.
Saat ini para calon haji asal Blitar tersebut memang tengah berada di Madinah. Di sana para jemaah akan menjalankan berbagai ibadah sunnah selama 10 hari ke depan. Secara umum ratusan jemaah calon haji asal Blitar dalam kondisi sehat dan bisa menjalani ibadah sunnah yang merupakan rangkaian haji. (owi/ian)






