Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 10.000 butir telur dibagikan oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Bapanas, Pemprov Jatim serta Pemkab Blitar kepada masyarakat. Puluhan ribu butir telur ini dibagikan kepada pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum yang hadir di alun-alun pendopo Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini merupakan puncak peringatan hari Ayam dan Telur Nasional tahun 2023. Blitar dipilih lantaran menjadi daerah yang paling banyak menyuplai telur untuk kebutuhan nasional yakni sebesar 32,92 %.
“Bahwa Kabupaten Blitar ini memproduksi telur untuk Indonesia bahkan dunia, secara nasional produksi telur dan ayam kita setiap tahun mengalami surplus atau kenaikan sementara secara suplai dan demand kita selalu surplus,” kata Agung Suganda, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI, Minggu (15/10/2023).
Baca Juga: Ganjar Pranowo Batal Hadiri Jalan Sehat Dies Natalis UM ke-69
Kegiatan ini pun diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk gemar makan telur. Pasalnya konsumsi telur dan daging ayam di Indonesia saat ini masih di bawah dari negara maju.
Tercatat angka konsumsi telur di Indonesia masih berkisar 21,1 kilogram per kapita per tahun. Sementara untuk konsumsi daging ayam masih mencapai 12,8 kilogram per kapita per tahun.
Hal itu pun tentu menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Pasalnya kurangnya konsumsi telur dan daging ayam, akan membuat potensi stunting pada anak juga semakin tinggi.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan angka stunting di tahun 2024 ini bisa turun menjadi 14 persen. Sementara untuk lokal Blitar, Pemda setempat memasang target penurunan hingga angka 8 persen.
Baca Juga: Buka Kediri Fin Fest 2023, Mas Abu Singgung Pinjol
“Acara pada pagi hari ini adalah bentuk promosi agar masyarakat Indonesia meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur karena daging dan telur ayam sumber protein hewani cukup lebih murah dibanding dengan sumber protein yang lain,” imbuhnya.
Diharapkan dengan adanya peningkatan konsumsi telur dan ayam secara nasional, maka angka stunting di Indonesia bisa ditekan. Disisi lain, dengan adanya peningkatan konsumsi daging dan telur ayam, maka secara otomatis perekonomian para peternak di daerah seperti Blitar juga akan meningkat.
Peningkatan konsumsi akan membuat permintaan telur dan daging ayam meningkat. Hal itu pasti akan memicu para peternak ayam petelur yang sudah gulung tikar saat pandemi lalu, untuk bangkit.
Baca Juga: Kelabuhi Polisi, Sabu-sabu di Jombang Dikemas dalam Bungkus Permen
Secara otomatis maka stok telur di tingkat peternak juga akan meningkat. Jika permintaan tinggi dan stok terpenuhi maka akan terjadi kestabilan harga yang akan membuat peternak tetap untung dan tidak memberatkan bagi konsumen.
“Untuk Jawa Timur sendiri kita di Jatim ini brandingnya gudang ternak se Indonesia sehingga Jatim ini memberikan supporting untuk ketahanan pangan utamanya protein hewani untuk Indonesia, dan di Jatim ini sudah surplus bahkan menopang provinsi lainnya,” kata Kepala Disnakkan Jatim Indyah Aryani.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggarakan di sejumlah daerah di Indonesia. Diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan ekonomi peternak sekaligus menjamin kebutuhan pangan dan protein masyarakat Indonesia terpenuhi. (owi/ian)






