Sampang (beritajatim.com) – Kenyamanan belajar siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madulang 2 Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, sungguh memprihatinkan. Para siswa terpaksa belajar dengan menghirup bau tak sedap serta terganggu oleh suara bising.
Pantauan di lokasi, tepat di halaman SDN Madulang 2, berdiri bangunan kandang kambing milik warga setempat. Tidak hanya itu, para siswa juga tidak bisa bermain di halaman sekolah saat jam istirahat kerena terganggu oleh kambing yang berkeliaran.
Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum beritajatim.com, keberadaan kandang kambing di halaman sekolah tersebut memang sengaja didirikan oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris.
“Sebelum sekolah ini dibangun, saya dijanjikan mendapatkan ganti dengan lahan pecaton, serta dijanjikan jadi tukang kebun sekolah. Namun setelah sekolah dibangun hingga saat ini tanah yang dijanjikan tidak ada dan pekerjaan jadi tukang kebun sekolah juga tidak terlaksana,” kata H. Yakub warga yang mengaku sebagai ahli waris, Kamis (25/5/2023).
https://beritajatim.com/berita-redaksi/ketua-umum-amsi-beritajatim-com-mampu-merawat-kepercayaan-dan-jaringan/
Sebenarnya, H. Yakub ihklas jika tanahnya dibeli oleh pemerintah. Tujuannya agar permasalahan di SDN Madulang 2 segera berakhir dan siswa bisa belajar dengan nyaman. Dengan catatan tidak ada yang merasa dirugikan.
“Ya sekarang saya mau tarik kembali tanah milik saya ini, karena ini hak milik saya dan surat surat ada. Tetapi, jika pemerintah ingin membeli tanah saya, maka saya ikhlas menjual, tapi kalau tidak mau beli ya saya tarik,” tegasnya.
Terpisah, M Fadilluddin Thohir, Kepala Sekolah (Kasek) SDN Madulang 2, mengaku terkena dampak dari masalah tanah tersebut. Karena, jumlah siswa di SDN Madulang 2, yang sebelumnya sebanyak 320 siswa, kini turun menjadi 150 siswa saja.
“Kemungkinan kena efek ada konflik yang belum terselesaikan, sehingga siswa di sini menurun. Kami hanya bisa berharap agar permasalahan ini segera selesai,” tandasnya. [sar/but]






