Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya bersama TNI/Polri menyita barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di beberapa titik.
Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyebut temuan barang yang disita petugas beragam bentuknya, mulai sarung hingga petasan kaleng yang dicampur spirtus sebagai peledaknya.
“Kami temukan itu dan saat ditanya mereka ngomong untuk senang-senang saja. Model sarungnya ya sama diikat gitu buat perang sarung,” kata Eddy di Surabaya, Rabu (6/4/2022).
Eddy juga mendapatkan pengakuan bahwa teknik pembuatan mercon atau petasan kaleng itu didapati oleh anak-anak dari dunia internet.
“Pas saya tanya, mereka bilang buatnya (petasan kaleng) belajar dari YouTube. Rata-rata usia anak-anak itu SMP kelas 2 dan 3an dan ada yang SMA kelas 1 sampai 3,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-surabaya”]
Tak hanya itu, dalam patroli yang digelar untuk mengantisipsi trantibum pasca aksi tawuran yang marak di Surabaya ini. Eddy mengatakan ketika ditemukan adanya kegiatan sekumpulan pemuda yang berpotensi memunculkan tawuran, pihaknya akan mengambil tindakan dengan langkah persuasif.
“Kami dekati terus beri edukasi dan ajak komunikasi, setelah itu kami kasih nasi bungkus,” katanya.
Berdasarkan temuannya, ketika terdapat kegiatan yang bisa memunculkan tawuran, anak-anak muda itu akan cenderung lari menghindari petugas.
“Tetapi kalau hanya sekadar kumpul, ya mereka biasa aja, gak lari,” pungkasnya.[asg/ted]






