Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah anggota Satlantas Polres Sumenep mendatangi Pondok Pesantren Nurul Islam, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Kedatangan mereka bukan untuk melakukan razia, melainkan untuk menyapa para santri.
“Ini bagian dari program kami ‘Goes to Pondok Pesantren’, untuk ‘Coaching Clinic Road Safety’ atau mengedukasi para santri, bagaimana berkendara yang aman,” kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dwiyani, Kamis (08/05/2025).
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapat edukasi langsung terkait tertib berlalu lintas, bahaya kenakalan remaja, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pondok. Satlantas juga menyampaikan imbauan agar para santri yang sudah cukup umur dan memenuhi syarat, dapat mengurus SIM sesuai prosedur yang berlaku.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendekatan humanis Polri kepada generasi muda, khususnya kalangan santri, agar sadar hukum sejak dini,” ujarnya.
Selain materi tentang tertib berlalu lintas dari Satlantas, Satbinmas Polres Sumenep memberikan materi seputar pencegahan paham radikalisme, pentingnya wawasan kebangsaan, serta peran aktif santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda mengungkapkan, ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah pesantren, yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
“Kami ingin para santri tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan. Karena menurut kami, Pondok Pesantren itu adalah benteng moral bangsa. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan para santri dan pondok pesantren,” tandas Rivanda.
Ia menambahkan, dengan pendekatan yang edukatif dan dialogis, Polres Sumenep berharap bisa terjalin sinergi yang kuat antara kepolisian dan kalangan pondok pesantren, dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. (tem/but)






