Sumenep (beritajatim.com) – Satuan Tugas (Satgas) pangan Kabupaten Sumenep ‘blusukan’ pasar tradisional untuk melakukan pengecekan harga dan stok sembako menjelang bulan Ramadhan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Sumenep, Moh. Ramli menjelaskan, satgas pangan turun langsung ke pasar-pasar untuk memastikan stok sembako aman.
“Untuk stok kami pastikan aman. Tidak hanya untuk Ramadhan, bahkan hingga Lebaran nanti. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Tetapi memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit dan bawang merah,” katanya, Selasa (25/02/2025).
Tim Satgas Pangan Sumenep terdiri dari Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM, Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, dan Polres Sumenep.
“Kami tadi sempat berbincang-bincang dengan para pedagang sembako di pasar. Kami meminta agar mereka tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Apalagi sampai menimbun. Ini ada ancaman pidananya,” ungkap Ramli.
Karena itu, pihaknya akan memperketat pengawasan, termasuk di wilayah kepulauan sebagai antisipasi terjadinya penimbunan maupun penjualan di atas HET.
“Pantauan kami tidak hanya untuk wilayah daratan. Kami juga memperhatikan di wilayah kepulauan. Tetap kami berharap agar harga jual ke konsumen tidak melebihi HET. Untuk kepulauan HET nya beda, karena dihitung juga biaya transportasi kapalnya,” papar Ramli.
Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. 9 kecamatan diantaranya merupakan kecamatan kepulauan. (tem/ted)






