Pacitan (beritajatim.com) – Warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria pada Rabu (01/01) pagi waktu setempat. Korban yang bernama Sarno alias Bagong, berusia 40 tahun, ditemukan mengapung di Sungai Grindulu setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Ipda Ferry Ardyanto, Kapolsek Arjosari, menjelaskan bahwa Sarno pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Tri Wahyudi sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum penemuan tersebut, keluarga Sarno sudah merasa khawatir setelah ia tidak pulang dari pencariannya mencari batu ‘srontol’ di sungai yang terletak sekitar 500 meter dari rumahnya.
“Setelah sang ibu, Paijem, tidak menemukan Sarno di lokasi pencarian, ia meminta bantuan Tri Wahyudi untuk mencarinya,” ungkap Ipda Ferry.
Tri kemudian menyusuri sungai sejauh 70 meter ke arah selatan sebelum akhirnya menemukan tubuh Sarno dalam keadaan mengapung tersandar di batu.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menemukan bahwa aliran sungai saat itu cukup deras dengan dasar sungai yang dipenuhi bebatuan tajam. Diduga, Sarno terpeleset dan terbawa arus hingga kepalanya terbentur batu. Petugas medis juga menemukan luka kecil di dahi korban serta cairan berbusa berwarna putih di mulutnya saat dilakukan visum.
Keluarga Sarno mengkonfirmasi bahwa ia memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes yang sudah lama dideritanya. Mereka menerima kejadian tragis ini sebagai musibah tanpa ada unsur kesengajaan dari pihak mana pun, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada kepolisian.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat mencari bahan tambang di sungai yang berpotensi berbahaya. Pihak kepolisian menghimbau warga agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas berisiko di area sungai, terutama saat kondisi aliran air sedang deras. [sul/aje]






