Malang (beritajatim.com) – E-Sadewa adalah nama robot buatan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang jadi Finalis Nasional Kontes Robot Indonesia (KRI) 2024. Divisi Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI). Robot SAR e-Sadewa merupakan robot berkaki dengan dilengkapi gripper (capit).
Robot buatan Robotika Teknik Elektro S-1 ITN Malang ini menggunakan capit untuk mencengkram dan mengangkat/ mengevakuasi korban bencana alam. Ketua tim, Muhammad Al-fin Faiz menuturkan, e-Sadewa secara online berlaga dua kali.
“ Pada hari pertama kami mendapat poin 2.100, dan hari kedua 1.650 poin. Robot kami melewati jalur rintangan menurun dan menanjak. Rintangan ini tidak jauh berbeda dari tahun kemarin. Hanya tahun ini ditambah dengan boneka pengecoh,” ujar Faiz kepada awak media, Selasa (25/6/2024).
Pada hari pertama robot e-Sadewa bisa sampai finish, tetapi hari kedua gagal melewati jurang sebelum kotak finis. Faiz mengaku, kaki robotnya sempat terpeleset.
Robot SAR e-Sadewa didesain untuk mengatasi berbagai rintangan dan operasi penyelamatan. Ada empat jenis rintangan yang harus dilewati dalam menyelamatkan korban.
“Robot kami melewati jalan miring, jalan pecah, jalan berpuing, dan jalan berlumpur sebagai ilustrasi kondisi pasca bencana khususnya gempa. Untuk finish, robot harus berjalan menurun dan menaiki tangga, dengan misi membawa dan menyelamatkan 5 korban, dengan total 11 rintangan,” ujar ketua tim.
Baginya, rintangan tersulit saat menaiki tangga dan melewati jalan miring atau jurang. Jika mau melewati jurang saat start awal tidak tepat maka akan sulit melewatinya, bahkan bisa jatuh ke dasar jurang.
Menurut Faiz, desain Robot SAR e-Sadewa sudah dirakit ulang pada Februari 2024 lalu. Tahun ini desainnya tidak berbeda jauh dari tahun kemarin, hanya saja gripper/ capitnya sedikit diubah.
Perancangan robot menerapkan mikrokontroler sebagai sistem kontrol kamera, dan pergerakan kaki. Bahkan saat visitasi online robot sempat tidak bisa bergerak, dan jalannya miring-miring.
“Kami sempat panik bahkan raspberry-nya tidak bisa terhubung ke internet, ditambah komunikasi yang bermasalah dengan kendali utamanya yaitu Arduino. Padahal untuk mempersiapkannya kami hampir tidak tidur semalaman,” ungkapnya.
Jadi setelah visitasi mereka memutuskan tidak menggunakan raspberry lagi untuk akses kamera. Sebagai gantinya mereka mengganti raspberry menggunakan pixy cam yang bisa langsung terhubung ke Arduino tanpa memerlukan akses internet. Itupun baru ditemukan solusinya satu minggu sebelum membuat dan mengunggah video ke YouTube untuk seleksi wilayah.
“Jadi banyak sekali program kendali yang harus diganti karena berubahnya komponen,” imbuh Faiz yang pernah meraih prestasi Best Speaker LKTI Nasional Avicenna 2024 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Lolosnya Robot e-Sadewa menjadi finalis KRI Nasional 2024 membawa kebanggaan tersendiri bagi Robotika ITN Malang. “Harapannya kami nanti bisa memberikan performa terbaik saat final, sehingga pulang bisa membawa prestasi,” tuntasnya.
Mereka berlaga dengan total 24 tim KRSRI se-Indonesia, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Senin-Sabtu, 1-6 Juli 2024 mendatang. Robot SAR e-Sadewa digawangi oleh Muhammad Al-fin Faiz, Aura Satria Hamzah, dan Arya Dwi Saputra.
Event KRI 2024 sebenarnya Robotika ITN Malang mengeluarkan dua robot. Selain Robot SAR e-Sadewa, juga ada Robot Tematik e-Sengkuni yang turun pada Divisi Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Namun sayangnya KRTMI sebagai debut e-Sengkuni belum lolos masuk finalis nasional. Padahal robot beranggotakan Much Rizky Ubaidillah, Radityo Indrastata, Yuwanto Candra Pangestu, dan Muhammad Naufal Daffawaliy sudah melakukan yang terbaik.
KRI 2024 mempertandingkan total 7 divisi, yakni: Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Bawah Air Indonesia (KRBAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-B), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid (KRSBI-H), dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).
Menuju kompetisi nasional KRSRI tidaklah mudah bagi Tim e-Sadewa. Mereka harus melalui seleksi wilayah II pada babak penyisihan yang diselenggarakan secara online selama dua hari, Jumat 31 Mei dan Sabtu 01 Juni 2024. Selain itu, penilaian juga diambil dari perform video yang diunggah ke platform YouTube. (dan/but)






