Sampang (beritajatim.com) – Jumlah santri asal Sampang yang meninggal dunia akibat tragedi runtuhnya musholla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, bertambah menjadi sepuluh orang. Proses identifikasi terhadap seluruh korban telah rampung dilakukan oleh tim DVI Polda Jawa Timur hingga Rabu (15/10/2025).
Korban terbaru yang berhasil diidentifikasi adalah Zaky bin Yusuf (12), santri asal Dusun Planggaran Timur, Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Jenazah Zaky tiba di rumah duka pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat lima menit kemudian.
“Tim BPBD Sampang mengawal penuh proses pemulangan jenazah dari Sidoarjo hingga ke lokasi pemakaman,” ujar Kalaksa BPBD Sampang, Fajar Arif, Jumat (17/10/2025).
Fajar menjelaskan, pemulangan jenazah dilakukan berdasarkan koordinasi antara BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Sampang, dan Forkopimcam Robatal. Ia menegaskan, seluruh proses berjalan lancar dan dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap keluarga korban.
“Kami memastikan keluarga korban mendapat pendampingan hingga seluruh prosesi pemakaman selesai,” ujarnya.
Dengan bertambahnya satu korban asal Sampang, total santri dari daerah tersebut yang meninggal dunia dalam insiden runtuhnya musholla Ponpes Al Khoziny kini mencapai sepuluh orang. [sar/beq]






