Surabaya (beritajatim.com) – Bertepatan dengan perayaan Hari Literasi Internasional yang jatuh pada bulan September ini, sekolah interkultural dan pionir STEAM Sampoerna Academy Surabaya menggelar Literacy Festival “Reading Open Doors”.
Ragam kegiatan literasi yang seru dan terbuka untuk umum itu diantaranya webinar bertajuk Reading Open Doors: “Membaca akan Memberikan Peluang Positif dalam Kehidupan” (11 September 2021) serta Donasi Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.
Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Literacy Festival juga menghadirkan inisiatif baru peluncuran buku elektronik untuk anak, sebuah karya kolaborasi siswa dan guru Sampoerna Academy berjudul “Elidi and The Ancestor’s Garden”. Berbagai program literasi ini bertujuan menumbuhkan budaya dan minat literasi lebih tinggi di Indonesia, khususnya provinsi Jawa Timur.
“Kami juga menghadirkan sebuah inisiatif baru meluncurkan buku elektronik yang didedikasikan bagi seluruh anak Indonesia serta menggelar webinar literasi untuk publik. Selain itu, kami meneruskan kemitraan strategis bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur melalui program donasi buku bacaan untuk menjawab kebutuhan akses bacaan berkualitas dan mendidik bagi generasi muda di Jawa Timur,” jelas Maharsi Palupining Rini, S.S, National Principal of Sampoerna Academy Surabaya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”literasi”]
“Harapan Sampoerna Academy Surabaya dengan adanya kegiatan Literacy Festival ‘Reading Open Doors’ dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi di Jawa Timur. Peluncuran buku untuk anak karya siswa Sampoerna Academy yang dapat diakses secara digital juga dapat menjawab kebutuhan akan pilihan bacaan menarik dan berkualitas serta mendorong perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak di rentang usia 6-12 tahun lewat platform yang telah familiar digunakan oleh mereka,” papar Maharsi Palupi.
Sementara menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M. Si, dalam menumbuhkembangkan program literasi, perlu ada tiga unsur berkolaborasi, yaitu pemerintah, masyarakat, dan swasta.
Mewakili pihak swasta, Sampoerna Academy Surabaya adalah salah satunya. Untuk itu, dirinya menaruh harapan besar terhadap program literasi yang telah digelar sejak 2019 sebagai kemitraan.
“Sebelum pandemi, kami telah melakukan banyak program, seperti Mobil Daring, menjadi pembicara di webinar Sampoerna Academy Surabaya, sesi storytelling untuk para siswa, hingga Perpustakaan Terpadu. Sebenarnya, jika melihat data lain yaitu Indeks Kegemaran Membaca 2020 yang dirilis Perpustakaan Nasional, Jawa Timur berhasil menduduki posisi kedua se-indonesia. Harapan kami melalui kemitraan bersama Sampoerna Academy Surabaya, kita tetap bisa mempertahankan posisi ini dan mendorong tercapainya tujuan akhir : Jawa Timur Membaca, Jawa Timur Literate dengan metode bekerja bersama dan kolaborasi dengan semua unsur,” ungkapnya. [kun]






