Jakarta (beritajatim.com) – Sampoerna Academy kembali menyelenggarakan STEAM Expo 2024, sebuah pameran karya inovatif hasil pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) para siswanya. Acara ini diadakan serentak di seluruh sekolah Sampoerna Academy di Jakarta, Sentul, BSD, Surabaya, dan Medan.
Dengan mengusung tema “Build, Create and Innovate”, STEAM Expo 2024 menghadirkan total 700 karya dan diikuti oleh 2.000 peserta. Di Sampoerna Academy Sentul, beberapa karya unggulan yang dipamerkan antara lain PSB (Pollution Solver Bot), Hollow block with plastic waste mixture, Designing a hyperloop system, AI Powered Robot, dan Producing fuel from trash.
Dr. Mustafa Guvercin, Academic Director of Sampoerna Academy, menjelaskan bahwa STEAM Expo 2024 bertujuan untuk menginspirasi pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan menumbuhkan rasa percaya diri serta keyakinan diri di antara para siswa.
“Melalui acara ini, kami ingin membina rasa percaya diri dan keyakinan diri di antara siswa-siswa kami. Kami berusaha untuk menanamkan kepada mereka semangat untuk berinovasi sejak usia dini untuk mempersiapkan mereka menjadi inovator dan pemimpin masa depan,” jelas Dr. Guvercin.
Principal of Sampoerna Academy Sentul, Frida Dwiyanti mengungkapkan STEAM Expo 2024 juga sejalan dengan visi Sampoerna Academy untuk menghasilkan pemimpin masa depan yang terus belajar, kreatif, berpikir kritis, dan dapat menyelesaikan masalah.
“Acara ini sejalan dengan visi Sampoerna Academy untuk menghasilkan pemimpin masa depan yang terus belajar, kreatif, berpikir kritis, dan dapat menyelesaikan masalah,” kata Frida.
Menurut dia, STEAM EXPO adalah kesempatan bagi siswa untuk berinovasi dengan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di sekolah. Tahun ini, siswa telah menciptakan berbagai karya berbasis STEAM yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi sekitar, termasuk isu-isu keberlanjutan, seni dan budaya, serta arsitektur.
Acara ini turut didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Winner Jihad Akbar, S.Si., M.Ak, Direktur Sekolah Menengah Atas KEMENDIKBUDRISTEK RI, menyatakan bahwa penerapan metode STEAM yang berbasis project-based learning sejalan dengan profil peserta didik pada kurikulum merdeka yang menargetkan kreativitas dan inovasi.
“Kami terinspirasi dari Sampoerna Academy dalam menerapkan project-based learning yang memiliki bobot 30% dari Kurikulum Merdeka,” jelas beliau.
Sampoerna Academy juga kembali menghadirkan STEAM Inter-School Competition 2024 dalam rangkaian acara ini. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada para siswa dari sekolah lain untuk turut berpartisipasi dan berkompetisi dengan metode STEAM.
“Kami berharap STEAM Expo 2024 dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk menjadi inovator yang peka terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga mereka menjadi generasi unggul yang mampu membawa perubahan yang lebih baik di masa depan,” tutup Frida. [asg/beq]






