Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menyambut baik rencana manajemen Madura United FC, yang akan kembali menggelar pertandingan di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan.
Sebab dalam dua tahun terakhir, stadion milik Pemkab Pamekasan yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tidak ditempati pertandingan resmi untuk kompetisi tertinggi sepakbola tanah air. Khususnya pasca kompetisi vakum akibat pandemi Coronavirus Disease 2019.
Termasuk juga saat kompetisi BRI Liga 1 Musim 2021/2022 bergulir dengan menggunakan format series, sehingga Stadion Gelora Madura tidak ditempati sebagai arena pertandingan. Sekaligus membuat stadion tersebut tidak ditempati pertandingan besar untuk kompetisi resmi.
“Tentunya kami sangat menyambut baik terhadap upaya manajemen Madura United untuk kembali menggelar pertandingan di Pamekasan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan, Qusyairi, Kamis (21/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gelora-madura”]
Sambutan baik tersebut bukan tanpa alasan, sebab Stadion Gelora Madura selama ini hanya ditempati latihan ataupun pertandingan level tiga sepakbola tanah air. “Seperti diketahui bersama, Stadion Gelora Madura sudah lebih dua tahun tidak menggelar pertandingan Liga 1,” ungkapnya.
“Maka dari itu, kami sangat menyambut baik rencana manajemen Madura United yang hendak kembali bertanding di Pamekasan. Selain itu, kami juga sangat siap untuk memfasilitasi penggunaan Stadion Gelora Madura sebagai arena pertandingan,” sambung Qusyairi.
Selain itu, pihaknya menilai rencana pertandingan di Stadion Gelora Madura, dinilai akan memberikan dampak positif untuk sektor ekonomi masyarakat. “Bagaimanapun berkat adanya pertandingan di Stadion Gelora Madura, masyarakat juga mendapat berkah dari adanya pertandingan,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”stadion-gelora-madura”]
“Bahkan sejak Madura United tidak bertanding di Pamekasan, seakan ada pendapatan masyarakat yang hilang. Apalagi adanya pertandingan itu juga sangat berdampak luar biasa bagi masyarakat khususnya dalam sektor ekonomi,” sambung mantan Kepala Satpol-PP Pamekasan.
Pihaknya menilai adanya pertandingan di Stadion Gelora Madura, sangat berdampak besar bagi masyarakat di Pamekasan. “Misalnya pemilik jasa parkir, penjual air mineral, penjual makanan, termasuk pengusaha hotel juga mendapatkan imbas luar biasa,” tegasnya.
“Artinya, tidak adanya pertandingan Madura United di Liga 1 yang digelar di Stadion Gelora Madura, justru relatif lebih berat bagi pertumbuhan sektor ekonomi khususnya UMKM. Sehingga kabar ini harus kita dukung, apalagi saat ini kami sedang menggagas sport tourisme,” pungkasnya. [pin/kun]






