Surabaya (beritajatim.com) – Bulan ramadan tahun ini menjadi harapan bari bagi Sundari (38) pembuat kripik pisang dan kripik singkong di Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Sejak awal bulan ini Sundari setiap hari memproduksi sedikitnya 1.500 Kg pisang untuk diolah menjadi kripik pisang.
“Harus diangsur mulai awal bulan, karena biasanya awal puasa pesanan sudah mulai meningkat. Apalagi jika jelang lebaran, saya terkadang kekurangan barang,” beber Sundari.
Ramadan tahun ini menjadi harapan baru bagi warga di kampung snack desa Morowudi kecamatan Cerme Gresik, termasuk Sundari. Meredanya pandemi diharapkan akan membuat arus mudik tanpa hambatan lagi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”BRI”]
“Orang mudik saat lebaran membawa berkah bagi kami. Karena sebelum mudik mereka akan membeli oleh-oleh kue khas lebaran. Dan ini berkah bagi kani sekampung karena disini kami memproduksi berbagai macam camilan dan snack,” aku Sundari.
Ramadan 2020 dan 2021 menjadi lara bagi pembuat snack di Cerme karena pesanan tak sebanyak Ramadan sebelumnya. Namun tahun ini harapan baru muncul lagi.
“Apalagi kami pun mulai memperbaiki kemasan kami, setelah mendapat pelatihan dari BRI Unit Cerme. Kami menjadi lebih percaya diri lagi, tahun ini akan jadi titik balik kebangkitan kami para pembuat snack Cerme,” beber Sundari bersemangat.
Hal yang sama juga diamini oleh Anis Saadah, Mantri BRI Unit Cerme yang memantau kebutuhan para UMKM di kampung snack Cerme.
“Meskipun pandemi sudah mereda kami tetap fasilitasi para UMKM binaan BRI untuk mencari pasar baru. Seperti berjualan lewat Sosmed dan platform digital lainnya,” tambah Anis.
Anis mengaku BRI sebagai mitra bagi UMKM di desa akan selalu mendukung dan memberikan program pembinaan agar UMKM bisa lebih maju dan usahanya berkembang.[rea]






