Surabaya (beritajatim.com) – Ketua KONI Jatim, M Nabil mengatakan bahwa seluruh atlet Puslatda tetap menjalani latihan seperti biasa di bulan Ramadan, meski intensitasnya lebih rendah untuk menjaga kondisi menjelang Pekan Olah Raga Nasional XII 2024 Aceh-Sumatra.
“Tetap harus latihan dengan porsi dan materi yang mungkin berubah. Tidak mungkin seorang atlet melakukan pemberhentian mendadak dan total, karena akan terjadi penurunan kondisi dengan cepat,” ucap Nabil, Rabu (20/3/2024).
Maka KONI Jatim menginstruksikan agar tim monitoring dan evaluasi (monev) dari internal KONI untuk rutin melakukan pemantauan proses latihan di tiap cabor. Nantinya, monev masing-masing cabor memberikan pelaporan kepada tim Binpres.
“Kalau ada penurunan itu pasti terjadi karena intensitas latihannya turun, tapi kondisi atlet tidak boleh drop. Kalau drop, untuk mengembalikannya susah, harus dari awal lagi,” tutur Nabil.
Untuk itu, pasca Lebaran nanti, rencananya akan kembali dilaksanakan tes fisik, kesehatan, gizi, psikologi bagi seluruh cabor atau atlet yang masuk Puslatda. “Tes fisik akan kami lakukan berkala untuk mengupgrade mereka. Kalau sudah bagus, harus dipertahankan dan dibandingkan dengan prestasinya. Jangan sampai ada yang tidak nyambung antara tes fisik dengan prestasi. Termasuk nanti ada pengecekan kesehatan, dan gizinya,” jelas Nabil.
Selama ini tes fisik sudah dua kali dilakukan KONI Jatim, dan setelah Idul Fitri nanti ada tes fisik ketiga. Untuk yang ketiga tidak hanya tes fisik tapi juga dilakukan tes kesehatan.
Tes ini dinilai penting untuk dapat memantau kondisi kesehatan atlet agar dapat berlatih dengan maksimal, untuk hasil yang terbaik di PON XXI Aceh-Sumut.
“Tes kesehatan dilakukan semua atlet. Kalau tidak begini mau diapain atlet ini, kalau struktur ototnya kita gak tahu, kesehatannya gak tahu? Jadi, tes ini akan mempermudah Binpres dalam merancang atlet untuk berprestasi,” pungkas Nabil.(way/kun)






