Magetan (beritajatim.com) — PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram di sejumlah daerah Jawa Timur. Hal ini mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama libur panjang Imlek dan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, untuk wilayah eks Karesidenan Madiun. Kabupaten Magetan memperoleh penyaluran fakultatif sebanyak 14.560 tabung atau 62,5 persen dari rerata harian, sementara Kabupaten Ngawi mendapat tambahan 17.920 tabung atau sekitar 66 persen dari konsumsi normal harian.
Tambahan pasokan tersebut diberikan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama long weekend Imlek yang berlangsung 14–17 Februari 2026 dan persiapan menyambut Ramadan. Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi LPG dan BBM di Jawa Timur berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur energi telah disiagakan guna menjamin kelancaran penyaluran selama periode tersebut.
“Momentum libur panjang yang beriringan dengan persiapan Ramadan biasanya diikuti peningkatan konsumsi, khususnya LPG. Untuk itu, kami menyalurkan LPG fakultatif sebagai tambahan di luar distribusi reguler agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad.
Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian LPG 3 kilogram di Kabupaten Magetan mencapai 23.301 tabung, sedangkan di Kabupaten Ngawi sekitar 27.148 tabung. Penambahan pasokan dinilai cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama hari besar keagamaan dan libur nasional.
Secara keseluruhan di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menyiapkan penyaluran fakultatif lebih dari 1.096.295 tabung LPG 3 kilogram, atau setara lebih dari 68 persen dari rata-rata penyaluran harian. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat menjalani libur Imlek dan awal Ramadan dengan nyaman tanpa kekhawatiran kelangkaan energi.
Selain LPG, Pertamina juga memastikan ketersediaan BBM dengan melakukan build up stock serta pengecekan rutin sarana dan fasilitas SPBU, termasuk pengawasan aspek kuantitas dan kualitas produk.
Ahad mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap berbelanja secara bijak. Ia menegaskan stok energi dalam kondisi aman dan cukup.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu benar. LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Bagi masyarakat mampu, kami imbau menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas,” tutupnya. [fiq/kun]






