Sumenep (beritajatim.com) — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terus memperkuat komitmen ideologis sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat melalui jalur koperasi. Upaya ini diwujudkan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kader Penggerak Koperasi khusus bagi pengurus dan kader dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XIV di Hotel Myze, Sumenep, Senin (30/6/2025).
Pelatihan tersebut menjadi penutup rangkaian program pengkaderan koperasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh dapil di Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) PDI Perjuangan Jawa Timur.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa penguatan koperasi adalah bagian dari perjuangan mewujudkan demokrasi ekonomi di tengah masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam sambutan yang disampaikan secara daring melalui Zoom.
“Demokrasi ekonomi itu satu jalan usaha bersama yang digerakkan oleh semangat dan kedudukan yang sama,” ujar Said.
Said yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menilai koperasi adalah bentuk paling ideal dalam sistem demokrasi ekonomi. Ia menegaskan, koperasi bukan hanya wadah usaha, tetapi juga pengejawantahan nilai-nilai gotong royong yang menjadi napas perjuangan partai.
“Koperasi adalah perwujudan paling konkret dari semangat gotong royong,” jelasnya.
Lebih jauh, Said juga menyampaikan bahwa koperasi memiliki fungsi sosial yang sangat penting dalam membangun masyarakat. Melalui koperasi, ia menilai kader dan rakyat diajarkan prinsip saling membantu dan nilai-nilai kejujuran.
“Selain itu, koperasi juga mengajarkan nilai-nilai saling membantu, tenggang rasa, jujur dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk kemajuan bersama,” lanjutnya.
Said mengingatkan, kesuksesan koperasi sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjadi pionir dan penggerak utama dalam menghidupkan koperasi.
“Karena itu, saya berharap para kader partai menjadi pelopor gerakan koperasi, menjadi bagian dari jalan membesarkan koperasi,” tegasnya.
Tak hanya mendorong pembentukan koperasi, Said juga meminta agar setiap koperasi yang diprakarsai kader PDI Perjuangan dikelola secara profesional. Ia menekankan pentingnya perencanaan bisnis yang matang untuk menciptakan ekosistem koperasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Lebih dari itu saya berharap koperasi yang diprakarsai oleh kader-kader di tiap DPC bisa merancang model bisnis yang tepat, dikelola dengan tata kelola yang baik dan menjadi ekosistem koperasi yang lebih besar ke depan,” tandas Said.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno, Wakil Ketua DPD Jatim Daniel Rohi, serta jajaran pengurus DPC se-Madura. Kegiatan ini juga diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari pengurus PAC, kader partai, hingga pelaku koperasi lokal.
Diklat kader koperasi ini bukan hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga sarana memperkuat ideologi partai di tingkat akar rumput. Melalui pelatihan ini, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap lahir koperasi-koperasi yang sehat, kuat, dan menjadi simbol konkret kehadiran partai dalam memperkuat ekonomi rakyat. [asg/beq]






