Situbondo (beritajatim.com) – Yusuf Rio Wahyu Prayogo bakal punya kebiasaan yang tak dimiliki bupati-bupati Situbondo, Jawa Timur, sebelumnya: bermain sepak bola dengan sekumpulan bocah dengan bertelanjang kaki di alun-alun depan pendapa.
Disaksikan petugas Satuan Polisi Pamong Praja pada Sabtu (22/3/2025) sore yang mendung, Rio menggocek bola plastik bersama anak-anak yang berusia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Begitu mencetak gol, Rio yang berpakaian merah dan bercelana training olahraga hitam langsung membuka tangan layaknya memberi hormat ke penonton.
Rio bermain kurang lebih 20 menit. “Ini baru pertama kali saya bermain sepak bola di alun-alun bersama anak-anak. Tapi sebelumnya selama masa kampanye pemilihan kepala daerah, saya sering bermain sepak bola bersama warga,” katanya.
Sepak bola adalah bagian hidup Rio. Sepanjang usia, alumnus Universitas Jember mendukung Manchester United, klub medioker yang selalu kerepotan menjadi juara Liga Inggris.
Kendati tak jago-jago amat, Rio juga menjadikan bola di ujung kaki untuk melepas penat. “Kebetulan saya tak ada agenda di sore hari dan saya memang biasa dolan karo arek cilik (bermain bersama anak-anak, red),” katanya.
Usai mengecek posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di depan pendopo sekitar pukul 16.30 WIB, Rio sempat berlari kecil berkeliling alun-alun dua kali bersama ajudan.
Rio menyapa anak-anak yang tengah bermain sepak bola di atas rumput. Ia mengenal mereka. “Anak-anak itu tinggal di kampung belakang pendapa,” katanya.
Mereka tak menyapanya ‘Pak Bupati” sebagaimana kebiasaan birokrat. Namun justru itu yang disukai Rio: saat bocah-bocah itu menyapanya ‘Mas Rio’. Pria kelahiran 1984 merasa seperti memutar balik usia.
Marlutfi Yoandinas, kawan Rio semasa kuliah, membenarkan kesukaan sang bupati bermain sepak bola bersama anak-anak.
“Dia berkali-kali ngomong ke dinas agar permainan tradisional dihidupkan kembali. Anak-anak perlu dibiasakan bermain dan berkegiatan fisik agar tidak kecanduan gadget,” kata Marlutfi. [wir/beq]






