Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu rumah warga di RT 03 RW 01 Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro rusak akibat terdampak longsoran anak sungai Bengawan Solo, Minggu (13/2/2022) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Rumah yang ambles tersebut milik Saidi (65). Menurut Saidi, longsor terjadi saat air sungai surut setelah sebelumnya sempat meluap. Longsor sepanjang kurang lebih 15 meter dengan kedalaman 10 meter. Sedangkan rumahnya ambles sekitar 30 cm.
Kejadian tersebut kali pertama dirasakan pada Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu rumah bagian dapur berukuran 3×6 meter yang terbuat dari kayu berbunyi seperti patah. Setelah dicek ternyata bangunan sudah miring akibat longsor. Kemudian longsor terulang kembali dini hari kemarin.
“Sebenarnya sudah lama longsor, termasuk tanaman bambu di belakang rumah sampai keseret ke tengah sungai karena longsor. Tapi bertambah parah tadi malam,” ujarnya, Senin (14/2/2022).

Sungai yang memisahkan antara Desa Ngulanan dengan Desa Ngablak Kecamatan Dander tersebut sudah beberapa kali mengalami longsor. Longsor sebelumnya lebih sering menggerus bibir sungai yang ada di Desa Ngablak. “Dulu tanah kalahan berada di Desa Ngablak yang sering longsor,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bengawan-solo”]
Selain mengancam rumah warga yang ada di sekitar sungai, longsor juga membahayakan terhadap bangunan jembatan yang menghubungkan kedua desa tersebut. Karena lokasinya tepat berada di bawah jembatan. Antarkedua pemerintah desa mengaku sudah saling komunikasi untuk mencari solusi bersama.
“Kalau penanganannya hanya dari pemerintah desa tidak cukup. Kita sudah komunikasi dengan instansi terkait lainnya,” ujar Sekretaris Desa Ngablak, Iksan Wahyudi, saat di lokasi longsor. [lus/ted]






