Blitar (beritajatim.com) – Rumah milik Uripah (47), warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, rusak. Sebagian rumah ambrol akibat tergerus aliran sungai.
Bagian tembok rumah retak serta miring sehingga rawan roboh. Tidak hanya itu, pondasi rumah telah ambrol ke sungai yang berada di sampingnya.
“Ya gini kondisinya, bagian tembok retak semua dan nggak bisa ditempati,” kata Uripah, Selasa (29/11/2022).
Menurut Uripah, ambruknya pondasi dan rusaknya bangunan rumah itu akibat tergerus arus sungai. Peristiwa itu terjadi sejak beberapa pekan lalu saat wilayah Kota Blitar diguyur hujan deras.
Derasnya debit air sungai membuat talud serta pondasi rumah milik Uripah pun ambrol dan terbawa arus.
“Kejadiannya sejak beberapa waktu lalu saat hujan deras terjadi, karena air sungai naik plengsengan dan pondasi rumah pun ikut ambrol,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Akibat kejadian itu, Uripah bersama anak serta suaminya kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Perempuan 41 tahun tersebut juga telah mengungsikan sejumlah peralatan rumah tangganya ke tempat yang lebih aman.
Hal itu terpaksa ia lakukan, karena kondisi rumah Uripah terancam Ambruk dan sudah tidak layak untuk dihuni.
“Untuk saat ini saya dan keluarga mengungsi ke rumah Adi yang lokasinya sudah aman” pungkasnya
Pemerintah Kota Blitar sendiri kini telah melakukan upaya penanganan terkait ambrolnya talud sungai dan rusaknya rumah warga. Proses perbaikan talud kini tengah dikerjakan agar mencegah dampak yang lebih luas. [owi/beq]






