Gresik (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, yang menghanguskan satu unit rumah, tiga sepeda motor, serta satu booth container penjual minuman, Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu percikan api saat pemilik rumah memindahkan bahan bakar jenis pertalite dari drum ke tangki mesin pom mini.
Salah satu saksi, Wafiq, warga setempat, mengatakan kejadian bermula ketika korban tengah melakukan aktivitas pemindahan bahan bakar. Namun, secara tiba-tiba muncul percikan api yang langsung membesar dan menyambar korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan. Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah barang di sekitar lokasi, termasuk tiga unit sepeda motor, bangunan rumah, serta booth container yang digunakan untuk berjualan minuman.
“Melihat kobaran api yang semakin tak terkendali, perangkat desa segera melaporkan kejadian tersebut ke pos pemadam kebakaran kota serta menghubungi personel Damkar Pos Dukun,” ujar Wafiq, Selasa (24/3/2026).
Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Pos Dukun langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, petugas melakukan proses size up dan segera melakukan pemadaman.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari armada Damkar Pos Paciran, Lamongan, guna mempercepat penanganan agar api tidak meluas.
Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan tanpa kendala berarti. Setelah memastikan situasi aman dan terkendali, seluruh personel kembali ke pos masing-masing.
Petugas piket Damkar Gresik, Teguh Priyanto, menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.
“Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran ini, Damkar Gresik mengerahkan delapan personel, dua unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil suplai air.
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menangani bahan bakar, terutama dalam proses pemindahan atau penyimpanan, guna mencegah risiko kebakaran serupa. [dny/beq]






