Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas telah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2023 berjumlah 221 ribu, terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.
Penetapan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Agama KMA No. 189 tahun 2023 tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1444 H/2023 M. KMA tersebut ditandatangani Menag Yaqut pada 13 Februari 2023 lalu.
Di Jatim sendiri, dalam rangka persiapan keberangkatan para calon jamaah haji khusus, RSUD Haji Pemprov Jatim melakukan koordinasi yang dikemas dalam ‘Bincang Santai Pimpinan RSUD Haji dan Pimpinan Biro Travel Haji dan Umroh’.
Dalam pertemuan itu, RSUD Haji melakukan diskusi sekaligus koordinasi bersama tiga mitra yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas I Surabaya, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, lalu Mitra Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, termasuk Biro Haji dan Umroh di Jatim.
“Mitra kita hadir sebanyak 20. Dalam diskusi tadi kita mempererat, menyamakan gerak langkah untuk sama-sama memberikan fasilitas bagi calon jamaah haji khusus,” ujar Wakil Direktur Penunjang Medik dan Diklit RSUD Haji Pemprov Jatim, Ansarul Fahrudda, Selasa (7/3/2023).

Ansarul menjelaskan, dalam diskusi itu dibahas dua isu besar terkait kesehatan para calon jemaah haji khusus. Pertama, bagaimana mereka bisa berangkat dalam kondisi bugar. Ia menyebut, jika memang terdapat penyakit bawaan pada calon jemaah haji, pihaknya akan segera melakukan deteksi dini.
“Segera kita lakukan pengobatan preventifnya atau pengobatan treatment agar dia (calon jemaah haji khusus, red) bisa tetap optimal, bisa beraktifitas,” jelasnya.
Kedua, yakni terkait vaksinasi Covid-19. Menurut Ansarul untuk bisa berangkat haji, dosis satu dan dua sudah dianggap cukup. Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar para calon jemaah haji khusus di Jatim bisa melakukan vaksinasi booster.
“Vaksinasi satu dan dua sudah dianggap cukup. Kita mengimbau tadi dari hasil diskusi ini bisa booster. Karena booster lanjutan itu lebih memberikan perlindungan pada jemaah. Dua isu penting itu, Alhamdulillah sudah lancar. Kita bermitra bersama-sama untuk memfasilitasi jemaah haji,” ujarnya.
Ansarul menambahkan, dalam pertemuannya bersama Biro Perjalanan Haji dan Umroh tersebut pihaknya juga memberikan sejumlah teknik dalam memberikan fasilitas dan pelayanan kepada para calon jemaah haji khusus.
“Tadi ada isu, (calon jemaah haji khusus) jangan sampai menyembunyikan sakitnya. Karena, justru kami akan memfasilitasi calon jemaah haji sedini mungkin agar dia tahu kondisinya lalu kita lakukan treatmen, pengobatan, dan pencegahan agar saat mau berangkat, di sana dan balik lagi kondisinya sehat,” ungkap Ansarul.
Ia melanjutkan, pada prinsipnya kegiatan bincang santai dan diskusi itu untuk keberlangsungan ibadah para calon jemaah haji khusus dari Jatim bisa sesuai syariat. “Kita mitra, Rumah Sakit Haji, Dinas Kesehatan Jatim dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas I Surabaya mensupport bagaimana para calon jemaah haji ini laik terbang dan sehat,” paparnya. [adv]






