Kediri (beritajatim.com) – Proses kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blabak, Kota Kediri, Risa Andriani (31), dari Singapura pada Kamis (18/9/2025), mendapat pengawalan ketat dari Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia serta Radio Andika Kediri.
Upaya ini dilakukan demi memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan Risa hingga tiba di tanah air.
Kasus Risa mencuat dua bulan lalu setelah dirinya diduga mengalami perlakuan tidak adil dari majikannya di Singapura. Sejak saat itu, RPA Indonesia bersama Radio Andika terus memberikan pendampingan intensif.
Proses diplomasi yang berlangsung panjang dan penuh tantangan akhirnya membuahkan hasil, dengan pemulangan Risa menggunakan maskapai Singapore Airlines yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya pukul 09.10 WIB.
Sejak kabar rencana kepulangan beredar pada 16 September, RPA Indonesia segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk instansi pemerintah, untuk mengantisipasi hambatan administratif maupun faktor keamanan.
Ketua umum RPA Indonesia, Jeanni Latumahina, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. “Puji syukur dan juga terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu seluruh proses dari awal sampai akhir pemulangan Mbak Risa ke-Indonesia,” ujarnya.
Radio Andika yang dikenal aktif mengawal isu sosial di Kediri turut berperan besar dengan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus ini. Publik pun dapat mengikuti setiap tahap perjalanan hingga Risa dipastikan pulang dengan selamat.
Keluarga Risa yang diwakili perangkat Desa Blabak, Agung Setyo, mengaku lega dengan adanya pendampingan dari RPA Indonesia dan Radio Andika. Ia menilai keterlibatan kedua pihak memberi kepastian tambahan bahwa warganya bisa pulang dengan aman.
“Dengan adanya pendampingan dari RPA Indonesia dan Radio Andika, memberi jaminan tambahan bahwa proses pemulangan warganya (Risa Andriani), berjalan dengan lancar dan selamat tiba di tanah air,” ungkapnya. [nm/ted]






