Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Namun hasil yang diraih jauh dari harapan.
Magetan hanya mampu membawa pulang 5 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu, dengan total 46 poin. Dari 38 kabupaten/kota peserta, Magetan terdampar di peringkat ke-36. Padahal, Pemkab Magetan menargetkan 8 medali emas dalam Porprov kali ini.
Dari sisi perolehan, cabang olahraga aeromodelling menyumbangkan capaian terbaik dengan 3 medali emas. Cabor kurash menambah satu perak dan satu perunggu—termasuk medali dari Jean Giovin Prianata di kelas -55 kg. Sementara dari atletik, satu medali perak diraih dari nomor lari 400 meter putra. Sisanya disumbang cabor lain seperti jujitsu dan biliar.
Namun, sorotan tajam juga tertuju pada kegagalan tim sepak takraw putri yang batal berlaga, meski telah menjalani persiapan panjang. Mereka tidak jadi diberangkatkan bukan karena kendala fisik atau cedera, melainkan karena keputusan internal cabang olahraga.
“Tim dinilai belum siap secara teknik dan fisik,” ujar pelatih Bayu Agung Prasetya, Rabu (9/7/2025).
Bayu menyesalkan keputusan tersebut karena menurutnya hasil tes parameter sebelumnya menunjukkan peningkatan. Tim telah berlatih enam kali seminggu sejak Februari, dan segala perlengkapan serta jadwal keberangkatan sudah disiapkan. Namun, para atlet bahkan tidak diberi kesempatan mengikuti tes tahap akhir.
Sebanyak delapan atlet dipersiapkan, mayoritas dari Kecamatan Klaosan dan dua dari Kawe Tandan. Mereka sempat membagikan momen persiapan di media sosial, namun harapan pupus seketika. Tas yang telah dikemas harus dibongkar, uang pembinaan pun dikembalikan.
Meski gagal bertanding, sebagian atlet tetap mendapat hasil positif. Beberapa diterima di sekolah unggulan melalui jalur prestasi olahraga.
Ketua KONI Magetan, Bambang Trianto, menyatakan bahwa keputusan mundur dari Porprov sepenuhnya merupakan wewenang pengurus cabor.
“Untuk perolehan medali, ini memang berasal dari cabor yang unggulan. Tentu kami berharap, cabor bisa siap dengan berbagai macam kompetisi,” katanya.
Dengan anggaran miliaran rupiah dan hasil yang minim, publik mendesak evaluasi total. Bukan semata demi klasemen, tetapi demi perbaikan sistem pembinaan dan masa depan atlet-atlet muda Magetan. [fiq/beq]






